Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hary Tanoe Perintahkan Kader Perindo Kawal Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2019 |22:05 WIB
Hary Tanoe Perintahkan Kader Perindo Kawal Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf
Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memerintahkan kadernya untuk mengawal jalannya pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin setelah resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Ia menerangkan Perindo mempunyai infrastruktur partai yang lengkap mulai dari tingkat ranting hinga pengurus pusat. Bahkan, ranting-ranting kepengurusan partai dengan tagline Indonesia Sejahtera itu telah lengkap hingga ke desa dan kelurahan.

"Dari situ bisa bekerja sama di tingkat pemerintahan tingkat 1, 2, pemerintah pusat memberikan support sebagai menteri. Dan saya di media juga bisa membantu," kata Hary Tanoe di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Hary Tanoe telah berbincang dan langsung menyampaikan ucapan selamatnya kepada Jokowi. Dalam perbincangan itu, ia mendorong agar pemerintah bisa memaksimalkan pertumbuhan ekonominya hingga 8%.

Jokowi dan Hary Tanoe

"Kita ingin ekonomi negara kita sejahtera, masyarakat kesejahteraannya meningkat itu tujuan akhirnya. Saya juga di media bisa membantu, tadi saya sudah bicara panjang lebar dengan beliau bagaimana bisa dimaksimalkan ke depan supaya ekonmi kita tidak hanya 5 persen, tapi bisa tumbuh 7 sampai 8 persen," tuturnya.

Chairman MNC Group ini menerangkan selama ini dirinya telah menginstruksikan para kader Perindo untuk mengkampanyekan Jokowi selama kontestasi Pilpres 2019. Bahkan, Hary Tanoe tercatat sebagai ketua umum partai pendukung yang kerap "mengawal" Jokowi setiap kali berkampanye ke daerah.

"Semua orang kita kalau kampanye harus juga mengampanyekan beliau, bukan hanya kampanyekan diri mereka sendiri tapi juga kampanye 01. Itu kewajiban," ujarnya.

Hary Tanoe juga enggan membahas apakah kader Perindo bisa mendapatkan kursi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Menurut dia, keputusan itu merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden.

Ia juga mempersilakan Jokowi menyusun Kabinet Kerja jilid II apakah nantinya akan diisi oleh kader partai maupun orang-orang profesional. "Karena menteri tidak harus dari partai, seperti sekarang kan tidak semua dari partai, yang profesional juga banyak," kata Hary Tanoe.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement