Total 68 Perusuh di Pontianak Ditangkap, 3 Polisi Tertembak

Ade Putra, Okezone · Kamis 23 Mei 2019 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 23 340 2059471 total-68-perusuh-di-pontianak-yang-sudah-ditangkap-3-polisi-tertembak-ZMQPGDfjTh.jpg 68 Orang Perusuh saat Aksi 22 Mei di Kota Pontianak Diamankan Polda Kalbar (foto: Ade Putra/Okezone)

PONTIANAK - Jajaran Polda Kalbar kembali menangkap 30 orang yang terlibat dalam kericuhan "Aksi 22 Mei" di perempatan Jalan Tanjung Raya, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/5/2019) dini hari.

Mereka ditangkap karena masih berkumpul di perempatan tersebut sambil membakar ban dan petasan. "Ada 30 orang lagi yang diamankan aparat," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go, Kamis pagi.

Baca Juga: Dua Pos Polisi di Pontianak Dibakar Massa Tak Dikenal 

68 Perusuh di Pontianak saat Aksi 22 Mei yang Sudah Ditangkap (foto: Ade Putra/Okezone)

Tak hanya itu, sebelumnya Rabu 22 Mei 2019, sekira pukul 21.30 WIB, massa juga dikabarkan akan merangsek ke Jalan Tanjungpura dan Gajahmada serta Mapolsek Pontianak Timur. Namun, aksi tersebut berhasil dihalau petugas gabungan TNI-Polri

Untuk meredam massa, kepolisian bersama TNI sempat bernegosiasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Di antaranya Sultan Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie. Setelah itu, bersama-sama meminta massa membubarkan diri.

Sekira pukul 02.30 WIB negosiasi selesai, dengan kesepakatan untuk kembali menggelar pertemuan lanjutan hari ini. Setelah adanya kesepakatan itu, perlahan-lahan massa membubarkan diri. Arus lalu lintas di Jembatan Kapuas I pun kembali dibuka.

Sebelumnya, kepolisian telah menangkap 38 orang yang diduga membuat kericuhan. Jadi, sampai saat ini ada 68 orang yang sudah ditangkap. Kepolisian saat ini juga masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka untuk mengetahui motifnya. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Sementara itu, dampak yang dimunculkan dari kericuhan tersebut, yakni dua pos polisi dibakar, halte bus dirusak serta Jembatan Kapuas I diblokade menggunakan pohon. Sehingga aktivitas warga sempat terhenti karena ditutupnya akses penghubung Kecamatan Pontianak Timur dan Selatan itu.

Untuk diketahui, saat mengurai massa beberapa petugas mengalami luka dan tertembak senjata api rakitan jenis lantak. Yakni Kapten Arm Tri S, Danramil Suungai Kakap terkena lemparan batu dna mengakibatkan robek pada pelipis.

Kemudian Bripda Aldiono, anggota Satuan Sabhara Polda Kalbar luka tembak di tungkai bawah kanan. Ipda Agus S, anggota Satuan Sabhara Polda Kalbar, luka tembak di kaki kanan. Brigadir Sarifin Ahyar, Satuan Restik Polres Mempawah, luka tembak di paha kiri.

Serta Briptu Rudi, Satuan Brimob Polda Kalbar yang juga merupakan sopir Karoops, terkena lemparan batu di paha sebelah kanan (sebelumnya dikabarkan tertembak).

Baca Juga: Aksi 22 Mei di Pontianak, Satu Ruko Terbakar 

68 Perusuh di Pontianak saat Aksi 22 Mei yang Sudah Ditangkap (foto: Ade Putra/Okezone)

Semua korban dari aparat ini sudah diberi pertolongan medis di RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar dan RS TNI Kartika Husada. Sebelumnya, Rabu siang, seorang anggota kepolisian dan TNI juga mengalami luka setelah terkena lemparan batu.

Sementara untuk jumlah korban dari massa maupun warga sipil lainnya dikabarkan ada 60 orang yang terluka. Sebanyak 16 darinya dirawat di sejumlah rumah sakit. Namun, angka pasti belum dapat diketahui. Karena akses untuk mencari data dan keterangan dari massa cukup sulit. 

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini