LEBARAN sebentar lagi tiba. Masyarakat Indonesia punya tradisi yang sudah lama melekat menjelang hari raya Idul Fitri, yaitu pulang kampung alias mudik. Mereka rela menempuh perjalanan jauh hingga ratusan kilometer demi menemui keluarga dan sanak saudara di kampung untuk menjalin silaturahmi di hari raya.
Banyak cara dilakukan mereka untuk bisa sampai ke kampung halaman. Namun, perjalanan darat paling dominan digunakan untuk bisa sampai ke tempat tujuan, selain via laut dan udara. Pemerintah pun terus berupaya maksimal untuk menyukseskan penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, memprediksi bakal terjadi lonjakan pemudik tahun ini dibanding tahun 2017 dan 2018 lalu. "Pada 2017 itu ada 20 juta pemudik, lalu 2018 ada 21,6 juta, di mana kenaikannya 6 persen. Kenaikan akan terjadi lagi tahun ini. Tahun ini kurang lebih 23 juta orang yang mudik," kata Menhub belum lama ini.
Dia menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik tahun ini harus berjalan aman dan lancar sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sang kepala negara sebelumnya menginginkan agar mudik tahun ini berlangsung lebih baik, lancar dan aman dari tahun lalu.

"Oleh karenanya kami bersama dengan Polri, Kementerian PUPR, ESDM, BUMN lakukan evaluasi. Kalau bicara mudik memang ada tiga yaitu udara, laut, dan darat. Apalagi dari Palembang Sumatera Selatan sampai Probolinggo Jawa Timur sudah ada jalan," tuturnya.