nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendaki Membludak, Tujuh Orang Tewas di Everest dalam Sepekan Terakhir

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 25 18 2060314 pendaki-membludak-tujuh-orang-tewas-di-everest-dalam-sepekan-terakhir-Z1vCkELwk2.jpg Foto: Reuters.

KATHMANDU – Tiga pendaki dilaporkan tewas dalam pendakian di Gunung Everest pada Kamis, menjadikan jumlah korban jiwa di gunung itu menjadi tujuh orang pekan ini. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan jumlah korban jiwa yang jatuh sepanjang tahun lalu.

Tewasnya para korban terjadi di tengah antrean menuju puncak yang disebabkan oleh tingginya jumlah pendaki yang melakukan perjalanan kali ini. Meski ada seruan untuk membatasi pemberian jumlah izin mendaki, jumlah pendaki tahun ini telah memecahkan rekor.

Nepal telah mengeluarkan 381 izin masing-masing dengan seharga USD11.000 (sekira Rp158 juta) untuk musim pendakian musim semi di puncak tertinggi dunia itu. Demikian dilaporkan BBC, Sabtu (25/5/2019).

Dua pendaki India - Kalpana Das, 52, dan Nihal Bagwan, 27 - meninggal saat turun gunung pada Kamis. Sementara seorang pendaki Austria berusia 65 tahun meninggal di sisi utara gunung.

Penyelenggara tur lokal Keshav Paudel mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Bagwan telah "terjebak dalam lalu lintas selama lebih dari 12 jam dan kelelahan".

Sebelumnya, pada Rabu, seorang pendaki Amerika dan seorang pendaki India meninggal dunia di gunung. Sedangkan profesor asal Irlandia, Séamus Lawless, diyakini telah tewas setelah jatuh pada 16 Mei.

Kondisi penadakian tahun ini juga lebih buruk dari biasanya, dengan angin kencang membuat sejumlah besar pendaki memiliki kerangka waktu yang sempit untuk mencapai puncak.

Tahun lalu, lima orang diketahui telah meninggal di Everest dan satu di Lhotse pada musim semi tahun lalu.

Jumlah pendaki yang mendaki Everest pada 2019 bisa melampaui rekor tahun lalu 807 orang yang mencapai puncak. Meningkatnya jumlah orang yang mendaki - dan tewas - di Everest telah menyebabkan permintaan agar izin mendaki dibatasi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini