nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Info Mudik 2019: Awas, Ada 5 Pasar Tumpah di Sragen Kerap Bikin Macet

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 07:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 27 512 2060715 info-mudik-2019-awas-ada-5-pasar-tumpah-di-sragen-kerap-bikin-macet-rIgwItClAK.jpg Pasar tumpah kerap menimbulkan kemacetan (Foto: Okezone)

SRAGEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen, Jawa Tengah memetakan lima pasar tradisional yang keramaiannya rawan menyebabkan kemacetan saat musim mudik Lebaran 2019 nanti.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tommy Isharyanto, mengatakan, terdapat lima pasar tradisional yang rawan menjadi simpul kemacetan itu adalah Pasar Gemolong, Pasar Gabugan, Pasar Sumberlawang, Pasar Bunder, dan Pasar Gondang.

Terdapat dua faktor yang membuat lima pasar tradisional rawan menjadi simpul kemacetan menjelang Lebaran. Dua faktor itu adalah banyaknya pedagang oprokan yang berjualan di depan pasar dan minimnya lahan parkir.

“Dua hal itu sama saja. Kadang pedagang oprokan menempati lahan parkir sehingga lokasi parkir bergeser mendekati jalan,” ucap Tommy, dilansir dari Solopos.com, Senin (27/5/2019).

Untuk menanggulangi potensi munculnya pasar tumpah, Disperindag akan bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satlantas Polres Sragen untuk menertibkan lima pasar tradisional tersebut.

“Kami juga akan mengadakan pendekatan maupun sosialisasi melalui ketua pengelola pasar atau lurah pasar. Menjelang Lebaran seperti ini, volume komoditas juga lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa,” tuturnya.

Pasar Tumpah

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dishub Sragen, David Hendrata, mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindag Sragen untuk menanggulangi potensi pasar tumpah yang berpotensi menghambat arus lalu lintas menjelang Lebaran.

Menurutnya, untuk pasar tumpah di Gemolong, kepadatan arus lalu lintas masih dapat diurai karena di sana dibuka dua jalur alternatif. Namun, untuk Pasar Gabugan dan Pasar Sumberlawang, tidak ada jalur alternatif bagi pemudik.

"Dulu sempat ada jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Pasar Gabugan, tapi itu berlaku selama proyek perbaikan jalan Gabugan-Sragen berlangsung. Setelah jalan jadi, tidak ada jalan alternatif. Mau tidak mau pemudik harus melewati jalur tersebut. Penertiban pedagang ini perlu dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, seperti Dishub, Satlantas, Satpol PP, petugas linmas, atau aparat polsek,” kata David.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini