nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nekat Berlayar Malam Hari, KM Penarik Ponton Bermuatan 700 Ton CPO Tenggelam

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 21:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 340 2061375 nekat-berlayar-malam-hari-km-penarik-ponton-bermuatan-700-ton-cpo-tenggelam-4UNmRtxNB6.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SINTANG - Kapal Motor (KM) Intan Jaya yang menarik ponton bermuatan 700 ton CPO milik PT Julong Group, karam di Sungai Melawi, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Minggu (26/5/2019) malam.

Kapal yang dinakhodai oleh Hanafi ini tenggelam diduga karena nahkoda nekad berlayar malam hari menyusuri Sungai Melawi, lantaran perusahaan penerima yakni PT Rejeki Kencana yang berada di Desa Sungai Deras, Kubu Raya memaksa agar CPO segera diantar.

Kasat Pol Air Polres Sintang, Zulfikar Kotto mengatakan, tenggelamnya kapal ini dikarenakan ada kesalahan nahkodanya. Yang mana memaksakan kapal berlayar malam hari. Padahal, sudah diketahui bahwa hal itu sangat berbahaya, apalagi dalam posisi menarik ponton.

“Sudah tahu malam, debet air sungai yang sudah mulai surut. Khawatir ponton CPO sama sekali tidak dapat diturunkan (dibawa, red), tapi masih saja menariknya,” kata Zulfikar, Selasa (28/5/2019).

 Kapal tenggelam

Ia mengatakan, tenggelamnya kapal ini juga disebabkan karena ketidakseimbangan antara beban ponton yang memuat 700 ton CPO dengan kekuatan mesin kapal. Sehingga, kekuatan kapal tak mampu mengendalikan laju ponton. Seharusnya, kata dia, kapal penarik harus lebih besar lagi.

“Makanya, mungkin tidak terkendali pada saat arus deras, lalu ponton kandas,” katanya.

Sambung dia, saat itulah kapal terus menarik ponton supaya bisa lolos dan tidak kandas. Namun kapal akhirnya miring dan tenggelam. “Untungnya tidak ada korban jiwa,” terang dia.

 

Zulfikar juga menepis isu beredar, bahwa kapal tenggelam lantaran menabrak lanting penambangan emas. Namun, ditegaskannya, tenggelamnya kapal ini murni musibah. “Tidak ada menabrak lanting jek (penambangan emas, red). Kalau pontonnya kandas itu memang benar,” jelasnya.

Zulfikar juga memastikan, badan kapal yang tenggelam tidak menghambat lalu lintas perairan. Karena masih nampak bagian kapalnya. Saat itu dia juga meminta supaya ponton diikat, agar tidak hanyut. Sambil menunggu evakuasi dari pihak yang bertanggungjawab.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini