nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puncak Arus Mudik di Yogyakarta Terjadi pada 2 Juni

krjogja.com, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 13:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 510 2061302 puncak-arus-mudik-di-yogyakarta-terjadi-pada-2-juni-xRpvRSwAut.jpg Jalan Macet (Okezone)

SLEMAN - Puncak arus mudik lebaran di wilayah DIY diperkirakan akan terjadi pada Minggu (02/6/2019) mendatang. Jajaran Polda DIY telah menyiapkan ribuan personel untuk menyambut kedatangan para pemudik demi menciptakan suasana aman dan kondisif.

"Kalau pemerintah pada hari Jumat (31/5/2019) besok minta diliburkan, kemungkinan tanggal 29 Mei itu khususnya anak-anak sudah pada berangkat. Tetapi untuk prediksi puncak mudiknya hari Sabtu (1/6/2019) sampai Minggu (2/6/2019) dan Senin (03/05/2019) itu akan padat, biasanya H-1 malah agak lengang untuk jalur Jawa," kata Kapolda DIY, Irjel Pol Ahmad Dofiri di mapolda setempat, Selasa (28/5/2019).

 Baca juga: Info Mudik 2019: 21 Pasar Tumpah di Jalur Pantura Rawan Macet

Saat mudik lebaran besok diprediksikan pemudik akan banyak melintas ke Yogyakarta setelah melalui exit tol Solo tujuan Klaten - Magelang. Menghadapi kemungkinan itu Polda DIY akan melakukan antisipasi dengan menempatkan posko untuk mengawasi arus lalu lintas di wilayah timur.

"Orang akan berhitung dari exit tol Kartasuro ke Yogya paling 45 menit satu jam paling lama dibandingkan mereka menggunakan jalur lain. Tetapi kalau lewat tol tersebut akan lebih cepat ke Yogya, sehingga kami memprediksi banyak orang yang melintas," tambahnya.

Baca juga: Amankan Arus Mudik di Jabar, 32.862 Personel dan Helikopter Evakuasi Dikerahkan

Ahmad Dofiri menambahkan beberapa titik jalur di wilayah DIY juga dianggap rawan kecelakaan lalu-lintas. Beberapa jalur yang bertipikal lurus seperti ring road, sepanjang Jalan Wates Kulonprogo, Jalan Solo hingga Jalan Wonosari bakal mendapat perhatian khusus dari jajaran Polda DIY.

"Inikan operasi kemanusiaan tugasnya melayani para pemudik yang menggunakan jalan. Walaupun nanti ada antrin-antrian, penyekatan, pengalihan arus dan itu harus disadari masyarakat tujuannya untuk melancarkan bukan membuat bingung," terangnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini