Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Media Korsel: Utusan Korut untuk AS Dieksekusi Setelah Kegagalan KTT Hanoi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 01 Juni 2019 |13:59 WIB
Media Korsel: Utusan Korut untuk AS Dieksekusi Setelah Kegagalan KTT Hanoi
Utusan Khusus Korea Utara untuk AS, Kim Hyok Chol meninggalkan wisma tamu negara di Hanoi, Vietnam, 23 Februari 2019. (Foto: Reuters)
A
A
A

SEOUL – Korea Utara dilaporkan telah mengeksekusi utusan khususnya untuk Amerika Serikat (AS) menyusul kegagalan pertemuan tingkat tinggi (KTT) antara Kim Jong-un dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi pada Februari.

Mengutip sumber yang tidak dikenal, surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo melaporkan bahwa Kim Hyok Chol dieksekusi pada Maret di Bandara Mirim di Pyongyang, bersama dengan empat pejabat kementerian luar negeri setelah mereka dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk AS.

"Dia dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk Amerika Serikat karena melaporkan negosiasi dengan buruk tanpa benar-benar memahami niat AS," kata sumber itu sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (1/6/2019).

KTT Hanoi pada Februari yang merupakan pertemuan kedua antara Kim dan Trump, gagal mencapai kesepakatan karena konflik atas permintaan AS untuk denuklirisasi total semenanjung Korea dan tuntutan Korea Utara untuk bantuan dan keringanan sanksi.

Reuters mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengonfirmasi laporan itu secara independen.

Sebelumnya, telah ada beberapa pejabat Korea Utara yang dilaporkan telah dieksekusi atau disingkirkan ternyata kemudian muncul kembali dengan gelar dan jabatan baru.

Baik Seoul mau pun Washington menolak memberikan komentarnya mengenai laporan yang tidak terverifikasi tersebut. Namun, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan berusaha memeriksa laporan mengenai eksekusi tersebut.

Seorang sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bawha ada tanda-tanda Kim Hyok Chol dan pejabat lainnya dihukum, tetapi tidak ada bukti bahwa mereka dieksekusi dan mereka mungkin telah dikirim ke kamp kerja paksa untuk pendidikan ulang.

Chosun Ilbo melaporkan bahwa pejabat lain telah dihukum, tetapi tidak dieksekusi.

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa Kim Yong Chol, tangan kanan Kim Jong Un dan konterpart Pompeo sebelum KTT Hanoi, telah dikirim ke kamp kerja paksa dan pendidikan ulang di Provinsi Jagang dekat perbatasan China.

Kim Hyok Chol dipandang sebagai sosok yang sedang naik daun ketika dia ditunjuk untuk menjadi ujung tombak pembicaraan tingkat kerja dengan utusan nuklir AS Stephen Biegun beberapa pekan sebelum KTT Hanoi, namun hanya sedikit yang diketahui mengenai keahliannya dalam melakukan pembicaraan.

Laporan Chosun Ilbo menyebutkan bahwa keempat orang dieksekusi bersamanya termasuk para diplomat yang bekerja dalam hubungan dengan Vietnam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement