Share

Tewaskan 12 Orang, Tersangka Penembakan Massal Virginia Mengundurkan Diri Sebelum Beraksi

Agregasi VOA, · Senin 03 Juni 2019 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 03 18 2063322 tewaskan-12-orang-tersangka-penembakan-massal-virginia-mengundurkan-diri-sebelum-beraksi-89U65tmckg.jpg Polisi AS mengamankan lokasi terjadinya penembakan di Virginia Beach, Virginia, AS, Jumat (31/5/2019). (Reuters)

LAKI-LAKI bersenjata yang menewaskan 12 orang di dalam gedung pemerintah di Virginia Beach, Virginia, pada hari Jumat (31/5) telah menyerahkan pengunduran dirinya beberapa jam sebelum melakukan penembakan maut itu, kata seorang pejabat setempat.

Manajer Kota Dave Hansen hari Minggu (2/6/2019) mengatakan tersangka memberi tahu atasannya melalui email mengenai niatnya untuk berhenti dari pekerjaannya pada Jumat sore.

Tersangka diketahui bernama Dwayne Craddock, seorang karyawan lama utilitas publik. Kepala Polisi James Cervera mengatakan laki-laki bersenjata itu adalah karyawan yang tidak puas yang ditembak mati polisi dalam apa yang dikatakan baku tembak "yang berlangsung lama". Motif penembakan itu belum diketahui.

Manajer Kota Hansen mengatakan semua kecuali satu korban yang terbunuh adalah karyawan Virginia Beach dan seorang karyawan kontrak.

Pejabat mengatakan empat lainnya mengalami luka-luka dalam penembakan itu.

Saksi mata mengatakan penembakan itu terjadi di Gedung Dua kompleks Virginia Beach, yang menjadi kantor pekerjaan umum kota, utilitas publik dan departemen perencanaan.

Cervera mengatakan seorang petugas polisi termasuk di antara mereka yang terkena tembakan tetapi mengatakan petugas itu selamat. Kepala polisi itu mengatakan baku tembak dengan polisi mencegah tersangka membunuh lebih banyak korban.


Baca Juga : Pria yang Bakar Diri di Luar Gedung Putih Meninggal Dunia

Ia mengatakan laki-laki bersenjata itu menggunakan pistol kaliber .45 yang dilengkapi dengan alat "peredam suara" dan amunisi "tambahan" yang diisi berulang kali selama serangan itu.

Pembunuhan itu adalah yang paling akhir dalam daftar penembakan yang terus bertambah di A.S. Peristiwa ini merupakan penembakan massal paling mematikan sejak November ketika seorang laki-laki bersenjata membunuh 12 orang di sebuah bar di Thousand Oaks, California sebelum bunuh diri. Seorang polisi juga tewas karena luka tembak setelah menanggapi permintaan bantuan dalam kasus itu.


Baca Juga : AS Akan Minta Alamat Email hingga Akun Media Sosial untuk Permohonan Visa

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini