"Banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, likuefaksi, gunung meletus, kecelakaan di darat maupun di laut, di udara, harus membangkitkan kesadaran kita untuk merefleksi semua cobaan yang terjadi," ucap Husen Habibu.
Ia menyampaikan bencana yang terjadi tidak terlepas dari takdir dan kehendak Allah SWT, sebagainya yang telah tertulis di lauhil mahfudz.
Khatib mengingatkan jamaah bahwa semua menjadi saksi atas peristiwa 28 September 2018 lalu. Di saat hendak memasuki waktu pergantian siang dan malam, Allah mengirimkan cobaan yang amat dahsyat.
Gempa bumi, tsunami dan likuefaksi melululantahkan Kota Palu, Donggala Sigi dan sebagian Parigi Moutong. Seketika suasana berubah, tawa menjadi tangis.

Suami kehilangan istri, istri kehilangan suami, bapak kehilangan anak, anak kehilangan orang tua. Disana sini terdengar teriakan minta tolong.