nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bomber Kertasuro Dinilai Panik saat Melakukan Aksinya

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 06:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 07 512 2064395 bomber-kertasuro-dinilai-panik-saat-melakukan-aksinya-UWfzYrObQq.jpg Foto Ilustrasi Okezone

SEMARANG - Teror bom bunuh diri yang menyasar Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran di Tugu Kartosuro, Sukoharjo, pada Senin 3 Juni malam, terbilang gagal. Bom yang meledak hanya melukai terduga pelaku, sementara target sasaran anggota polisi tak satu pun menjadi korban.

"Saya melihat ada sebuah kepanikan dari dia (pelaku) meskipun ini tidak terungkap di media. Tapi saya melihat ada kepanikan dari dia yang membuat dia sebenarnya juga belum 100% mau jihad, ini fakta dibalik keterangan-keterangan yang ada," kata peneliti terorisme, Najahan Musyafak kepada Okezone, Sabtu (8/6/2019).

"Kalau menurut keterangan saksi, itu kan ada orang yang duduk-duduk di depan pos polisi kemudian meledak. Tapi (keterangan) dari saksi lain, dia itu turun dari sebuah mobil seperti Avanza atau Xenia, kemudian dia berjalan menuju pos polisi. Ketika dia sedang berjalan itu, ditawari oleh seseorang untuk naik ojek," tambahnya.

(Baca juga: Polri Sebut Bomber Kertasuro Belajar Merakit Bom dari Internet)

 Rumah Terduga Bom Bunuh Diri

"Biasa di sebuah situasi malam-malam, orang turun dari mobil ditawari ojek. Itu hal yang biasa, namun dia panik ketika dikejar tukang ojek. Padahal tukang ojek ini juga tidak tahu, ini (pelaku) mau meledakkan. Tapi sekadar mau ditawari mau pergi ke mana, mau ditawari ojek," beber dia.

 (Baca juga: Polisi Selisik Komunikasi Pelaku Bom Bunuh Diri Pospam Kertasuro dengan ISIS)

Pengajar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang ini juga menilai pelaku belum sepenuhnya siap melakukan amaliyah. Bahkan, dalam kondisi panik itulah pelaku meledakkan bom yang disimpan dalam tas di pinggangnya.

"Nah dalam kepanikan itu kemudian praduga saya adalah dia meledakkan diri. Kalau prediksi saya karena dikejar tukang ojek. Jadi posisinya tidak tenang, kemudian dia meledakkan (diri)," sambungnya.

"Jadi kemungkinan hasil tidak maksimal itu karena (panik) itu, lepas dari analisis teknis tentang bom. Tapi saya lihat dari sisi kepanikan. Orang panik itu mengerjakan sesuatu tidak maksimal dan tidak paripurna," pungkas dia.

 Lokasi Bom Bunuh Diri

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini