JAKARTA – Partai Demokrat menyatakan sudah tidak bersama lagi di barisan pengusung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sejak 22 Mei 2019. Partai berlogo bintang Mercy itu juga sudah tak aktif lagi secara operasional di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
"Kebersamaan PD dengan koalisi, sebagaimana disampaikan Sekjen PD berakhir di 22 Mei. Jadi ya memang kami sudah tidak bersama koalisi pilpres ini. Apakah nanti akan bersama-sama lagi di koalisi parlemen atau tidak kita lihat nanti," ucap Wasekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar kepada Okezone, Minggu (9/6/2019).

Renanda mengatakan kebersamaan Demokrat dengan kubu 02 secara resmi akan berakhir pasca-keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan hasil gugatan pihak 02 diterima atau tidak.
"Namun secara operasional kami sudah tidak aktif lagi di BPN," ujarnya.
Baca Juga : BPN Sebut Demokrat Lagi Cawe-cawe Minta Dirangkul Kubu Jokowi
Kendati demikian, Demokrat tetap membantu mengingatkan, memberikan masukan serta saran untuk mengantisipasi adanya kecurangan Pemilu bahkan sejak Prabowo belum menyebut tentang kecurangan itu sendiri.
"Kami Demokrat juga mengajukan gugatan ke MK dalam proses pemilu ini," ujar Renanda.
Baca Juga : TKN Senang Bila Demokrat Bergabung Dukung Jokowi
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.