nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Sinabung Erupsi, Petugas: Awan Panas ke Arah Tenggara dan Selatan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Minggu 09 Juni 2019 19:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 09 608 2064761 gunung-sinabung-erupsi-patugas-awan-panas-ke-arah-tenggara-dan-selatan-Rg5MWZhkke.jpg Gunung Sinabung (Foto: Istimewa)

MEDAN - Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali erupsi, Minggu (9/6/2019) sore.

Berdasarkan data dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, erupsi terjadi pada pukul 16:28 WIB. Erupsi membentuk kolom letusan setinggi 7 ribu meter atau 7 kilometer.

"Gunung Sinabung erupsi ‎dengan tinggi kolom abu teramati 7.000 meter di atas puncak atau 9.460 meter di atas permukaan laut. Kolom letusan teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong mengarah ke selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi 9 menit 17 detik," ucap Armen Putra, Petugas pada Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

Armen menjelaskan erupsi tersebut, disertai luncuran awan panas ke arah tenggara 3,5 kilometer dan selatan 3 kilometer serta terdengar suara gemuruh sampai ke pos pengamatan Gunung Api sinabung.

"Saat ini Gunung Sinabung berada pada Status Level III Siaga," tutur Armen Putra.

Sinabung

Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 7.000 Meter

Atas erupsi tersebut, Armen mengimbau ‎masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," pungkasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini