nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Eks Direktur PT Rivomas Pentasurya Terkait Suap Distribusi Pupuk

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 12 Juni 2019 10:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 337 2065545 kpk-periksa-eks-direktur-pt-rivomas-pentasurya-terkait-suap-distribusi-pupuk-NUdHWiJYyH.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur PT Rivomas Pentasurya, Bailey Satria Barata terkait kasus dugaan suap sewa menyewa kapal angkut untuk pendistribusian pupuk, pada hari ini.

Sedianya, Bailey akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, dalam perkara ini. Dia akan dimintai keterangannya untuk proses penyidikan tersangka Indung (IND).

Baca Juga: KPK Tetapkan Bowo Sidik Pangarso Tersangka Suap Distribusi Pupuk 

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (12/6/2019).

 Bowo Sidik Pangarso Gunakan Rompi Tahanan KPK (foto: Okezone) 

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik serta keterkaitan Bailey dalam perkara ini. Disinyalir, KPK akan mengusut dugaan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik Pangarso lewat pemeriksaan Bailey.‎

‎Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya yakni anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Baca Juga: Direktur Rivomas Pentasurya Diperiksa KPK soal Dugaan Gratifikasi Bowo Sidik 

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini