Dua Bulan Setelah Dikudeta, Eks Diktator Sudan Dituntut dengan Tuduhan Korupsi

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 14 Juni 2019 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 14 18 2066393 dua-bulan-setelah-dikudeta-eks-diktator-sudan-dituntut-dengan-tuduhan-korupsi-4h292yQdId.jpg Eks Diktator Sudan, Omar Al Bashir. (Foto: Reuters)

KHARTOUM - Mantan Presiden Sudan, Omar Al Bashir telah dituntut dengan tuduhan korupsi, sekira dua bulan setelah dikudeta dari kekuasaan. Kantor kejaksaan mengatakan bahwa tuntutan terhadap Bashir berkaitan dengan undang-undang tentang "dugaan kekayaan haram dan perintah darurat", namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Militer menggulingkan kekuasaan Bashir pada April setelah berbulan-bulan demonstrasi terhadap pemerintahannya.

Seorang juru bicara militer yang dilansir BBC, Jumat (14/6/2019) mengatakan pada Kamis bahwa kesalahan telah terjadi ketika para jenderal memerintahkan diakhirinya aksi duduk yang menuntut Sudan kembali ke pemerintahan sipil.

Tindakan keras yang dilakukan militer terhadap demonstran pada 3 Juni menewaskan sedikitnya 61 orang, sementara keterangan dokter dari pihak pengunjuk rasa prodemokrasi menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 118 orang.

Pembicaraan antara para pengunjuk rasa dan Dewan Militer Transisi (TMC) macet setelah kekerasan tersebut.

Para pemimpin demonstrasi kemudian menyerukan kampanye pembangkangan sipil, yang kemudian mereka batalkan untuk memungkinkan dimulainya kembali pembicaraan.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Afrika, Tibor Nagy telah bertemu dengan pejabat militer Sudan, Letnan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Dalam pertemuan tersebut, militer Sudan mengungkapkan harapannya agar AS dapat memainkan peran positif terkait situasi di negara itu.

Bashir digulingkan dan ditangkap pada 11 April setelah tiga dekade berkuasa dengan pemerintahan yang otoriter. Dia belum terlihat di depan umum sejak dia ditahan. Pada Mei dia didakwa atas tuduhan memprovokasi dan keterlibatan dalam pembunuhan demonstran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini