PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali menuduh Iran berada di balik serangan dua kapal minyak di Teluk Oman. Tuduhan itu pun langsung dibantah pihak Teheran.
Trump mengatakan video yang dikeluarkan Amerika Serikat membuatnya yakin bahwa Tehran yang patut disalahkan dalam serangan itu.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa siap kapan saja kembali ke meja perundingan dengan Iran, walaupun ia mengatakan "tidak perlu terburu-buru".
Iran menyanggah terlibat dalam serangan itu dan menyalahkan elemen yang tidak disebutkan dengan maksud mengganggu hubungan Teheran dengan masyarakat internasional.
(Baca juga: Diduga Diserang, Dua Kapal Tanker Alami Ledakan di Teluk Oman)
Pihak militer Amerika Serikat mengedarkan video yang memperlihatkan tentara khusus Iran memindahkan ranjau yang tak meledak dari sisi kapal tanker yang rusak dalam serangan di Teluk Oman pada Kamis 13 Juni 2019.
Amerika juga mengedarkan gambar tanker Jepang yang memperlihatkan ranjau yang tidak meledak sebelum dipindahkan.

Sebuah kapal tanker Norwegia turut dilaporkan terkena hantaman tiga ledakan. Ledakan ini terjadi sebulan setelah empat kapal tanker rusak dalam sebuah serangan di lepas pantai Uni Emirat Arab.
Amerika menyalahkan Iran untuk serangan tersebut, tetapi tidak memberi bukti.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat drastis sejak Presiden Donald Trump menjabat pada 2017. Ia mengabaikan kesepakatan nuklir yang dijembatani pemerintahan Barack Obama dan memperketat sanksi terhadap Iran.
Sejak serangan ini, harga minyak dunia melambung 4 persen. Demikian dilaporkan Bloomberg.
(Baca juga: Insiden Dua Kapal Minyak di Teluk Oman Sebulan Pasca-Serangan di Uni Emirat Arab)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuding Iran melakukan "serangan-serangan tanpa diprovokasi" terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.
Pompeo mengatakan AS telah membuat tinjauan tentang tipe senjata yang digunakan dalam serangan berdasarkan laporan intelijen.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Iran menegaskan kepada BBC bahwa "Iran tidak ada kaitannya" dengan rangkaian ledakan pada Kamis 13 Juni pagi.
"Seseorang berusaha menggoyang hubungan Iran dengan masyarakat internasional," tambahnya.