nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putin Berikan Sekotak Es Krim untuk Xi Jinping Sebagai Hadiah Ulang Tahun ke-66

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 16 Juni 2019 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 16 18 2067038 putin-berikan-sekotak-es-krim-untuk-xi-jinping-sebagai-hadiah-ulang-tahun-ke-66-TwSFF04bPX.jpg Foto: RIA Novosti.

DUSHANBE – Presiden China, Xi Jinping merayakan ulang tahunnya yang ke-66 bersama dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di tengah pertemuan tingkat tinggi regional di Dushanbe, Tajikistan pada Sabtu. Pada kesempatan itu, Putin memberikan sekotak es krim Rusia untuk Xi,yang menjadi favorit sang presiden setiap kali dia mengunjungi Rusia.

Televisi pemerintah China menayangkan foto-foto Xi dan Putin yang memegang gelas sampanye, merayakan ulang tahun Xi di hotel tempatnya menginap di Dushanbe. Demikian diwartakan Reuters, Minggu (16/6/2019).

Putin menyampaikan ucapan selamatnya kepada Xi, mendoakan agar dia “memiliki nasib yang baik” dan menjabat tangannya dengan hangat seraya berkata: "Saya senang memiliki teman seperti Anda."

Kemudian, kue ulang tahun untuk Xi dikeluarkan. Kue itu dihiasi dengan aksara China bertuliskan “66 adalah angka keberuntungan" dan dekorasi bunga merah dan biru.

Sepotong kue itu diikuti dengan hadiah vas mewah yang dihias indah oleh pengrajin Rusia. Putin menyebut vas itu "Hari yang Cerah" dan menyamakannya dengan cuaca musim panas di Dushanbe. Dia kemudian memberikan sekotak besar es krim Rusia yang disukai oleh Xi.

Pada 2016, Xi pernah mengaku bahwa dia menyukai es krim sundae Rusia dan mengatakan kepada media bahwa dia selalu meminta es krim setiap kali dia mengunjungi Rusia.

“Anda punya krim terbaik, dan itu membuatnya sangat enak. Saya sangat menyukainya, ” katanya saat itu.

Xi membalas hadiah dari Putin dengan menawarkan pilihan teh Cina dalam sebuah ketel biru.

Pembicaraan mengenai kehidupan pribadi para pemimpin senior sangat jarang terjadi di China. Tanggal lahir sebagian besar pejabat tidak diungkapkan secara publik, karena dianggap sebagai rahasia negara.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini