nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia dan China Desak Dewan Keamanan PBB Bertemu Bahas Uji Coba Rudal AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 10:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 18 2095148 rusia-dan-china-desak-dewan-keamanan-pbb-bertemu-bahas-uji-coba-rudal-as-l49MttPQcd.jpg Foto: AFP/Departemen Pertahanan AS.

NEW YORK – Rusia dan China telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk melakukan pertemuan pada Kamis terkait "Pernyataan oleh pejabat Amerika Serikat (AS) tentang rencana Washington untuk mengembangkan dan mengerahkan rudal jarak menengah".

Moskow dan Beijing ingin mengumpulkan 15 anggota Dewan Keamanan di bawah agenda "ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional". Reuters, Kamis (22/8/2019) menagatakan bahwa kedua negara itu juga telah meminta agar Kepala Urusan Pelucutan Senjata, Izumi Nakamitsu memberi pengarahan singkat kepada Dewan Keamanan.

BACA JUGA: Rusia dan China Sebut Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Ketegangan Militer

Pada Senin, Pentagon mengatakan bahwa mereka telah melakukan uji coba rudal jelajah konvensional yang dapat menghantam sasaran setelah meluncur sejauh lebih dari 500 kilometer. Ini merupakan uji coba rudal jelajah pertama AS sejak menarik diri dari perjanjian senjata nuklir jarak menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces/INF) yang disepakati dengan Rusia pada masa Perang Dingin.

Dalam wawancara dengan Fox News Channel, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengindikasikan bahwa uji coba senjata itu ditujukan untuk mengirimkan pesan kepada negara-negara rivalnya, terutama China akan kapabilitas rudal AS.

"Kami ingin memastikan bahwa kami, seperti yang kami butuhkan, memiliki kemampuan untuk mencegah perilaku buruk China dengan memiliki kemampuan kami sendiri untuk dapat menyerang pada jarak menengah," kata Esper.

Esper mengatakan akan mengunjungi Australia bulan ini untuk membahas mengenai penempatan rudal jarak menengah di Asia dalam waktu dekat.

Uji coba yang dilakukan AS pekan ini akan dilarang di bawah INF, yang melarang rudal darat dengan jarak antara 310 dan 3.400 mil, mengurangi kemampuan Amerika Serikat dan Rusia untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat. China bukan pihak dalam perjanjian INF dan memiliki amunisi rudal jarak menengah berbasis darat dalam jumlah besar.

BACA JUGA: AS Tarik Diri dari Perjanjian Senjata Nuklir dengan Rusia

Washington secara resmi menarik diri dari INF pada 2 Agustus setelah menyatakan bahwa Moskow telah melanggar perjanjian itu, sebuah tuduhan yang dibantah Kremlin.

Pada Selasa, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa uji coba yang dilakukan AS menunjukkan Washington memicu perlombaan dan konfrontasi senjata baru, yang akan memiliki dampak negatif serius pada keamanan regional dan global.

Reaksi juga datang dari Korea Utara yang menyatakan bahwa uji coba rudal AS dan rencana pengerahan jet tempur F-35 dan perlengkapan militer lain di Semenanjung Korea sebagai langkah “berbahaya” yang dapat memicu terjadinya “Perang Dingin baru” di kawasan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini