nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia dan China Sebut Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Ketegangan Militer

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 14:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 18 2094773 rusia-dan-china-sebut-uji-coba-rudal-as-bisa-picu-ketegangan-militer-Fnxh1G9K97.jpg Uji misil Amerika Serikat. Foto/Reuters

MOSCOW - Rusia dan China menuduh Amerika Serikat (AS) telah memicu ketegangan militer setelah melakukan uji coba rudal.

AS mengatakan bahwa pihaknya telah menguji coba rudal jelajah yang dikonfigurasikan secara konvensional yang mencapai target lebih dari 500 km. Tes semacam itu yang pertama sejak runtuhnya pakta nuklir penting bulan ini.

Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah-Perang Era Dingin (INF) dengan Rusia pada 2 Agustus setelah menuduh Moskow melanggarnya.

Isi perjanjian melarang melarang rudal darat dengan jarak antara 310 dan 3.400 mil, mengurangi kemampuan kedua negara untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menanggapi uji coba rudal mengatakan bahwa AS "jelas telah mengambil jalan untuk meningkatkan ketegangan militer."

Namun Rusia tidak akan membiarkan tertarik dalam perlombaan senjata yang mahal dan tidak berencana untuk mengerahkan rudal baru kecuali Amerika Serikat melakukannya terlebih dahulu.

Kremlin mengatakan uji coba rudal AS menunjukkan bahwa Washington telah lama bersiap untuk keluar dari pakta nuklir.

“Tidak mungkin mempersiapkan tes seperti itu dalam beberapa minggu atau beberapa bulan. Ini ... menunjukkan bahwa itu bukan Rusia, tetapi Amerika Serikat dengan tindakannya yang membawa kehancuran INF," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengutip Reuters, Rabu (21/8/2019).

China juga menyatakan keprihatinan.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan tes menunjukkan Amerika Serikat memicu perlombaan dan konfrontasi senjata baru, yang akan memiliki dampak negatif pada keamanan regional dan global.

"Kami menyarankan pihak AS untuk meninggalkan gagasan usang tentang Perang Dingin dan menahan diri dalam mengembangkan senjata," kata Geng.

(fzy)

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini