GUNUNG KIDUL – Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai dilanda kekeringan cukup parah, sehingga masyarakatnya berpotensi kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edi Basuki di Gunungkidul, Minggu (16/6/2019), mengatakan berdasarkan rapat koordinasi antara pemangku kepentingan dan pemerintah kecamataan, 10 kecamatan mulai terdampak kekeringan. Kesepuluh kecamatan itu ialah Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan.
"Dari 10 kecamatan terdampak kekeringan, kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Paliyan, Girisubo, dan Rongkop. Kami sudah mendistribusikan air bersih ke tiga kecamatan tersebut sejak 1 Juni lalu," ujarnya, mengutip Antaranews.
BPBD Gunungkidul sudah menyiapkan seluruh armada dan pendukungnya dalam menghadapi ancaman kekeringan dan kekurangan air bersih di wilayah itu.
Selain itu, BPBD setempat telah menyosialisasikan mekanisme pengajuan permohonan bantuan air bersih ke pemerintah kecamatan hingga desa.
BPBD juga telah meminta pemerintah kecamatan hingga desa melakukan pemetaan wilayah masing-masing yang membutuhkan bantuan air bersih dan selanjutnya pemerintah kecamatan dan desa diminta segera mengajukan permohonan distribusi air bersih.