
"Bantuan air bersih akan distribusikan apabila ada proposal permohonan yang masuk sehingga kalau tidak ada proposal, kami tidak melayani distribusi kepada masyarakat," katanya.
Edi menjelaskan hingga saat ini, jumlah wilayah yang mengajukan bantuan masih belum banyak.
Meski demikian, kata dia, seperti pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, pada saat mendekati puncak musim kemarau, jumlah permintaan akan terus bertambah.
"Kami memiliki banyak kecamatan-kecamatan yang menjadi langganan krisis air. Selain Girisubo, ada juga Tepus, Rongkop, Panggang, Purwosari, Patuk, hingga wilayah Semin,” kata dia.
Di sisi lain, wilayah-wilayah yang sulit dijangkau juga menjadi perhatian. Daerah seperti Gedangsari membutuhkan sopir dan kendaraan yang prima. Di wilayah lain yang sulit dijangkau, pihaknya juga akan bekerja sama dengan kecamatan setempat.