nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 WNA Ilegal asal Malaysia Nikahi Siri Warga Kapuas Hulu

Antara, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 13:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 17 340 2067299 4-wna-ilegal-asal-malaysia-nikahi-siri-warga-kapuas-hulu-chWqgy842G.JPG ilustrasi (Foto: Koran SINDO)

PUTUSSIBAU - Imigrasi Kelas III Putussibau, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat terdapat empat warga negara asing (WNA) asal Malaysia melakukan nikah siri atau kawin secara adat di daerah perbatasan Indonesia - Malaysia di Kecamatan Badau yang masuk wilayah Kapuas Hulu.

"Empat warga negara Malaysia itu hanya menikah secara adat tidak memiliki izin tinggal hanya menggunakan visa berkunjung," kata Kasubsi Teknologi informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas III Putussibau, Angga di Putussibau, Kapuas Hulu, Senin (17/6/2019).

Dikatakan Angga, sebanyak empat orang warga negara Malaysia tersebut yaitu Yuyung Tien alias Apek asal Sarawak Malaysia, menikah dengan Domitila Siti warga Badau. Kedua, Wong Siong Ho alias Aho asal Sibu Malaysia menikah dengan Asnah warga Badau. Ketiga, Tang Kie Hing alias Apoy, asal Malaysia menikah dengan Mamik Kusmiyati warga Badau.

Kemudian WNA keempat yaitu Saw Hock Seng alias Assu dan sudah meninggal sempat menikah dengan Sani warga Badau.

"Kami sudah memanggil orang asing itu agar melaporkan perkawinan ke Dukcapil sehingga tercatat dalam kedudukan negara sehingga bisa keluar izin tinggal dari imigrasi, tetapi sampai saat ini mereka itu tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan secara Dukcapil," kata dia menerangkan.

Menurut Angga, keempat warga Malaysia itu sudah memiliki anak dengan keluarganya di perbatasan, hanya saja mereka memiliki usaha toko sembako, namun usaha itu atas nama istri yang bersangkutan sebagai warga negara Indonesia di Kecamatan Badau.

Ilustrasi

"Warga asing itu hanya menyuplai barang-barang Malaysia namun tempat usaha di Badau itu semuanya atas nama istri yang bersangkutan," ucap Angga.

Dikatakan dia, sampai saat ini Imigrasi di Kapuas Hulu terus memantau pergerakan dan aktivitas orang asing terutama yang sudah menikah secara ada di daerah perbatasan.

"Kesulitan kita orang asing itu hanya menggunakan visa kunjungan dan tidak menetap karena memang jarak Malaysia dan Kecamatan Badau sangat dekat," ujarnya.

Dia meminta agar warga negara asing yang telah menikah dengan warga negara Indonesia dapat melaporkan diri ke Dukcapil dan pihak imigrasi, karena itu salah satu syarat untuk pengurusan izin tinggal sementara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini