nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Kesulitan Relokasi Gajah di Permukiman Warga

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 17:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 17 340 2067336 petugas-kesulitan-relokasi-gajah-di-permukiman-warga-ZavZ2X5md4.jpg Foto Istimewa

PEKANBARU - Memasuki hari keenam, proses relokasi gajah dari pemukiman di Kabupaten Inhu, Riau menuju Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN) belum membuahkan hasil. Salah satu kendala yang dihadapi tim adalah adanya reaksi berlebihan dari masyarakat.

Kepala Bidang I BBKSDA Riau, Andri Hansen Siregar menjelaskan, saat ini timnya memfokuskan upaya relokasi terhadap empat ekor gajah di Kecamatan Peranap. Kendala yang dihadapi tim adalah sikap warga yang tidak mau mendengarkan permintaan petugas.

"Upaya penggiringan gajah dari pemukiman masih terus kita lakukan. Kendala yang kita hadapi di lapangan adalah banyaknya warga yang menghidupkan bunyi-bunyian yang membuat gajah liar itu kebingungan," ucap Andri Hansen Siregar kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

 (Baca juga: Kawanan Gajah Berkeliaran di Pemukiman Warga dan Pasar)

Warga yang membunyikan petasan, meriam bambu oleh warga untuk menghalau gajah masuk perkebunan sawit atau karet warga. Padahal tim seperti TNI, Polri BBKSDA tokoh masyarakat, LSM lingkungan sudah melakukan sosialisasi.

"Warga beralasan membunyikan suara agar gajah tidak masuk ke kebun. Padahal kita sudah mengimbau jangan beraktifitas di kebun dulu. Percayakan relokasi gajah ke petugas," ucap Hansen.

 Gajah liar

Sementara itu, kendala lain yang dihadapi petugas gabungan adalah lokasi gajah saat ini cukup jauh dan medan yang sulit di jangkau. Walau sudah mengalami sedikit kemajuan, namun gajah masih berkutat di pemukiman padat penduduk.

"Kita sudah berhasil menggiring gajah dari Desa Baturijal bagian hilir ke hulu. Namun posisi gajah berada di daerah sulit dijangkau yakni kebun warga yang masih banyak hutannya atau kebun yang banyak belukarnya," imbuhnya.

Untuk upaya relokasi dua ekor gajah di Kecapatan Kelayang, BBKSDA belum dilakukan tindakan. Hal itu karena tim masih berkonsentrasi melakukan relokasi di daerah Peranap. Andri menjelaskan bahwa gajah yang di Peranap dan Kelayang masih satu keluarga.

"Kalau gajah yang di Kelayang merupakan gajah hampir dewasa. Dua ekor gajah ini sangat agresif karena sedang mencari jati diri. Kita tidak bisa mempersatukan gajah yang di Peranap dengan di Kelayang karena harus melewati kawasan padat penduduk," pungkasnya.

Gajah liar

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini