SOLO - Ada yang berbeda di Keraton Kasunanan Hadiningrat atau Kraton Solo, Senin (17/6/2019) siang. Sebanyak 600 ratusan anggota trah Mataram, mulai dari keturunan trah Amangkurat Agung hingga trah Pakubuwono XIII tampak hadir dalam acara silaturahmi besar Keraton Solo itu. Mereka mengenakan batik.
Adannya konflik internal berkepanjangan yang hingga kini belum selesai di tubuh Keraton Solo, membuat silaturahmi trah Dinasti Mataram ini tak bisa digelar di dalam Kraton, namun digelar di Ndalem Kayonan, Baluwarti, Solo.
Silahturahmi besar para keturunan Raja Keraton Kasunanan ini, selain sebagai ajang mempererat kembali kekerabatan dinasti trah Mataram, juga menandai bangkitnya kembali semangat pelestarian kebudayaan yang mulai memudar dan menimbulkan keprihatinan.

Salah satu putri PB XII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari mengatakan, bangkitnya kembali upaya mengembalikan semangat pelestarian kebudayaan Keraton Solo salah satunya dengan memperingati 88 tahun berdirinya organisasi Putri Narpowandowo.