nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saatnya Jokowi Lahirkan SDM yang Imajinatif

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 20 337 2068881 saatnya-jokowi-lahirkan-sdm-yang-imajinatif-Rw7XiGyO3q.jpg Presiden Jokowi saat berada di Cilacap

JAKARTA - Peningkatan kemampuan sumber daya manusia atau SDM menjadi salah satu janji Joko Widodo pada Pilpres 2019. Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, pun mendorong Presiden Jokowi mampu membangun SDM yang imajinatif pada periode kedua pemerintahannya jika Mahkamah Konstitusi atau MK telah mengeluarkan putusannya.

Budiman mengatakan, Jokowi mampu melaksanakannya karena minim beban politik, dukungan mayoritas di parlemen, dan memiliki modal kerja nyata pada periode pertama.

Presiden Jokowi, sambungnya, sudah banyak menyelesaikan pekerjaan rumah pada bidang infrastruktur. Pada periode kedua nanti, Jokowi pun didorong berani mengeksekusi program pembangunan semesta berencana yang fokus pada pembangunan SDM yang imajinatif dan keadilan sosial.

"Pak Jokowi harus berani melakukan terobosan, lahirkan SDM Indonesia yang imajinatif di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, wirausaha dan lainnya," kata Budiman, dalam sebuah diskusi bertajuk "Siapa Bisa 'Baca' Jokowi", Kamis (20/6/2019).

Budiman Sudjatmiko (foto: Istimewa)

(Baca Juga: Jokowi: Saatnya Fokus pada Pembangunan SDM)

Menurut Politikus PDI Perjuangan ini, Jokowi adalah produk keberanian mengeksekusi imajinasi politik hingga terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Presiden Republik Indonesia. "Dulu orang tidak kenal Jokowi, awalnya disebut mustahil terpilih, tapi nyatanya sekarang jadi Presiden," kata dia.

Membangun SDM yang kreatif dan imajinatif juga sejalan dengan program Revolusi Mental. Budiman menilai, Jokowi sudah menjalankan perannya menjadi teladan Revolusi Mental dengan kerja membangun peradaban melalui infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dianggapnya sebagai kerja nyata Jokowi menyelesaikan pekerjaan rumah era Orde Baru. Pada periode kedua, Jokowi dia dorong lebih berani menjalankan program semesta berencana agar pembangunan Indonesia terarah di bawah pemimpin penerusnya kelak.

"Selanjutnya, Pak Jokowi harus bisa mengunci agar penerusnya nanti tidak lepas dari pembangunan semesta berencana itu. Jadi ukurannya bukan sekadar sukses hingga 2024, tapi harus bisa melahirkan pemimpin yang lebih baik dari dirinya," kata Budiman.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini