nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Lebaran, Permohonan Cerai Melonjak di PN Sleman

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 20 510 2068754 pasca-lebaran-permohonan-cerai-melonjak-di-pn-sleman-sH9xDmR2fL.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

SLEMAN - Pengadilan Agama (PA) Sleman mencatat pasca-lebaran 2019, telah menyidangkan sebanyak 30 perkara perceraian setiap harinya. Rata-rata penyebabnya karena masing masing meninggalkan tanggung jawab.

"Mungkin memang trannya setelah lebaran mereka banyak yang mengajukan permintaan cerai, setelah pulang dari merantau, ajuan sudah mulai berdatangan," kata Panitera Muda Gugatan PA Sleman Muslih saat ditemui wartawan di Kantor Pengadilan Agama, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, masing-masing permohonan cerai yang masuk di PA Sleman dipicu oleh masing-masing pihak yang meninggalkan tanggung jawab, ketidakharmonisan, Kesalahan pahaman mendidik anak, adanya pihak ketiga, pihak ketiga bukan masalah orang ketiga tapi bisa orang tua yang memberi nasihat tapi disalah artikan menantu.

"Perhari menyidang rata-rata 40-50 pasangan. Tapi angka perkara tidak murni perceraian semua ada yang isbat kawin. Jika diambil rata-rata bisa 30 perkara untuk perceraian," ucapnya.

 Cerai

Dari data Pengadilan Agama, di bulan April terdapat 143 perkara perceraian yang masuk. Dengan rincian, 34 kasus merupakan cerai talak dan 109 merupakan cerai gugat. Sedangkan pada Mei, terdapat 106 perkara perceraian yang masuk. Dimana 33 merupakan cerai talak dan 73 cerai gugat.

"Kalau di bulan Ramadan dan jelang Lebaran memang agak turun karena mungkin fokus beribadah," terangnya.

Sementara menurutnya, permohonan rujukan kembali pasangan yang sudah bercerai hampir minim 0, sekian.

"Kalau rujukan hampir tidak ada hanya 0, jika dibandingkan dengan permohonan cerai. Karena bagi mereka yang sudah broken susah untuk menerima nasihat. Namanya juga masalah hati," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini