Jayapura Darurat Anak Kecanduan Ngelem

Edy Siswanto, Okezone · Jum'at 21 Juni 2019 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 340 2069168 jayapura-darurat-anak-kecanduan-ngelem-jF59FMvjCC.jpg Seorang anak ketahuan tengah ngelem di Jayapura (Foto: Edy Siswanto)

JAYAPURA - Kondisi ratusan anak pecandu lem aibon di Kota Jayapura, Papua disebut sudah pada titik yang memprihatinkan. Polda Papua pun membuat rumah rehabilitasi untuk menghilangkan efek candu dari lem aibon yang mendera anak-anak setempat.

Hal ini disampaikan Direktur Binmas Polda Papua, Kombes Ricko Taruna Mauruh, S.I.K kepada Okezone di Jayapura, Jumat (21/6/2019). Dirinya menyebut, rehabilitasi menyeluruh yang dimaksud adalah dengan adanya Rumah Singgah yang hanya diperuntukkan bagi para anak-anak pecandu lem ini.

“Ini kondisi darurat ya, meski beberapa pihak terkait telah mencoba menangani anak-anak pecandu lem, hanya saja, saya fikir harus ada rumah rehabilitasi buat mereka. Kita sebut Rumah Singgah,” kata Ricko.

(Baca Juga: Cucu Tendang Neneknya hingga Tersungkur, Diduga Habis Ngelem)

Dijelaskan, dengan Rumah Singgah, maka anak-anak pecandu lem ini akan benar-benar intens diawasi, hingga benar-benar mereka mampu terlepas dari cengkaraman barang yang merusak motorik dan masa depan mereka.

“Kondisinya kalau mereka hanya sebatas dilakukan pembinaan, namun tidak ditempatkan dalam satu tempat khusus, maka pengawasan akan kurang, dan bisa saja mereka kembali menghirup lem itu di saat lengah. Maaf, jangan disalahartikan dan disebut penjara, namun perketatan pengawasn perlu, sama halnya dengan tempat rehabilitasi narkoba. Hanya bedanya ini khusus anak-anak, yang tentunya dengan penanganan yang berbeda,” kata Ricko.

Ricko melanjutkan, di Rumah Singgah tersebut, nantinya anak-anak akan diajari semua ilmu pengetahuan layaknya sekolah, termasuk kegiatan ekstra kurikuler, yang harapannya kegiatan-kegiatan tersebut mampu memberikan sugesti anak-anak dari sikap kecanduan mereka terhadap lem.

“Jadi terencana rapi, anak-anak dapat ilmu pengetahuan, ekstra kurikuler dan pendidikan agama. Dengan belajar, bermain dan segala macamanya, maka harapan kita mereka lupa akan kebiasananya ngelem. Bahkan kita bisa mengupayakan mereka mendapat ijazah, mungkin ikut ujian peket C, karena yang saya tahu banyak mereka yang tidak sekolah,” ungkapnya.

Ricko Taruna Mauruh

Dijelaskan, untuk mampu merealisasikan Rumah Singgah tersebut, pihaknya juga meminta peran stakholder terkait untuk turut mendukung. Utamanya terkait lokasi dan dukungan anggaran.

“Harus ada kolaborasi dengan semua pihak, dan kami juga sudah membahas ini dengan pihak Dinsos Kota Jayapura. Binmas Polda Papua siap untuk program ini. Nantinya kami akan gagas untuk dilakukan diskusi bersama pihak – pihak terkait. Semisal pemerintah kota, pihak Dinsos sendiri, dan Rumah Sakit Bhayangkara,” jelasnya.

Untuk diketahui, beberapa wilayah di Kota Jayapura yang menjadi tempat kumpul anak-anak pecandu lem aibon adalah, wilayah Abepura, Wilayah Heram, dan Kota Jayapura di sekitar jembatan pasar lama Ampera. Beberapa pihak yang sudah mencoba melakukan pembinaan terhadap anak-anak ini adalah ibu pendeta Ruth Selan, S.Th, yang membuat rumah penampungan di sekitar jembatan tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini