nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustadz Rahmat Baequni Ditangkap Polisi Terkait Hoax KPPS Meninggal Diracun

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 11:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 525 2069096 rahmat-baequni-ditangkap-polisi-terkait-hoax-kpps-meninggal-diracun-sBFAJ3Q5Fv.jpg Rahmat Baequni (Istimewa)

BANDUNG – Penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Barat menangkap Ustadz Rahmat Baequni terkait kasus video ceramahnya yang menyebut petugas KPPS meninggal diracun. Dai kontroversi itu hingga kini masih diperiksa penyidik.

Rahmat Baequni diciduk polisi, Kamis 20 Juni 2019 malam, setelah dilaporkan atas dugaan penyebarkan informasi hoaks soal anggota KPPS Pemilu 2019 meninggal diracun.

"Betul (diamankan) terkait (ceramah) itu," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/6/2019).

Rahmat Baequni sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Penceramah yang biasa disapa URB itu diduga menyebarkan hoaks melalui ceramahnya.

"Sudah tersangka, ada alat bukti petunjuk, keterangan saksi ahli dan pemeriksaan saksi," ujar Samudi. ‎

 Ilustrasi

Salah satu bukti petunjuk dimaksud yakni video ceramah Rahmat Baequni yang menyebut petugas KPPS meninggal karena diracun.

Berikut petikan ceramah video URB.

"Bapak ibu, boleh saya cerita bapak ibu? Seumur-umur Pemilu dilaksanakan, jujur, boleh saya jujur? Nggak apa-apa ya? Bapak-bapak ada yang sudah senior, nggak sebut sepuh karena berjiwa muda. Seumur-umur kita melaksanakan Pemilu, pesta demokrasi, ada tidak petugas KPPS yang meninggal? Tidak ada ya? Tidak ada. Tapi kemarin, ada berapa petugas KPPS yang meninggal? 229 orang? Itu dari kalangan sipil, dari kepolisian berapa yang meninggal? Jadi total berapa? 390 orang meninggal. Sesuatu yang belum pernah terjadi dan ini tidak masuk di akal. Bapak ibu sekalian, ada yang sudah mendapat informasi mengenai ini?

 

“Tapi ini nanti di-skip ya. Bapak ibu sekalian yang dirahmati Allah, ketika semua yang meninggal ini dites di lab, bukan diautopsi, dicek di lab forensiknya, ternyata apa yang terjadi? Semua yang meninggal ini, mengandung dalam cairan tubuhnya, mengandung zat yang sama, zat racun yang sama. Yang disebar dalam setiap rokok, disebar ke TPS. Tujuannya apa? Untuk membuat mereka meninggal setelah tidak dalam waktu yang lama. Setelah satu hari atau paling tidak dua hari.‎ Tujuannya apa? agar mereka tidak memberikan kesaksian tentang apa yang terjadi di TPS.‎”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini