Ia mengambil jalan politik berlawanan dengan garis partainya yang mendukung paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Pasca-pemilu, Anas didapuk menjadi relawan tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Ketika bersaksi di muka sidang, Anas mengungkap adanya sebuah pelatihan betajuk "Kecurangan Bagian dari Demokrasi" yang dibuat TKN Jokowi-Ma'ruf. Materi ini ditayangkan pada saat Ketua Harian TKN Moeldoko menjadi narasumber. Anas mengikuti pelatihan tersebut selaku utusan PBB.
Lukman mengatakan, Anas telah melakukan pembohongan dan berhalusinasi saat menyampaikan keterangannya di muka sidang. Kata dia, Moeldoko tidak pernah mengisi materi di acara ToT saksi dari TKN Jokowi-Ma'ruf.
"Apa yang dia sampaikan semuanya kebohongan belaka dan halusinasinya dia saja. Pak Moeldoko tidak pernah mengisi materi di ToT Saksi itu. Apalagi menyampaikan materi soal kecurangan bagian dari demokrasi," jelas Lukman.
"Pak Moeldoko mengisi acara pada saat penutupan, dan beliau yang menutup. Sedang pembukaan dibuka oleh Erick Thohir," sambung Ketua DPP PKB itu.