nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gadis Pelayan Warung Diperkosa 5 Orang Setelah Kenalan lewat Facebook

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 18:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 21 609 2069265 gadis-pelayan-warung-diperkosa-5-orang-setelah-kenalan-lewat-facebook-3fELWSHYGd.jpg ilustrasi

MAKASSAR - Seorang pelayan warung makan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, diduga diperkosa oleh 5 orang. Hal tersebut terungkap setelah korban berusia 16 tahun itu datang melapor ke SPKT Polres Pinrang, Kamis 20 Juni 2019.

Berdasarkan keterangan korban, peristiwa ini berawal saat korban berkenalan dengan salah satu pelaku melalui sosial media Facebook. Pelaku inisial ER yang dikenal korban kemudian datang ke warung.

Korban kemudian dibawa oleh pelaku kenalannya tersebut jalan-jalan ke Kampung Massila. Di situlah, korban lalu diperkosa di rumah kosong oleh lelaki kenalannya itu.

"Awalnya kami kenalan di Facebook. Kami komunikasi hingga dia datang jemput saya di warung tempat saya bekerja, tanpa ada rasa curiga saya ikut saja," kata korban kepada wartawan saat dihubungi Jumat (21/6/2019).

Korban mengaku, di tempat itu ada 4 orang lagi teman ER. "Di sana ada 4 orang temannya. Saya dipaksa tidak bisa melawan," kata dia.

Atas kejadian yang menimpanya, gadis ini pun langsung melaporkan ke pihak kepolisian, Polres Pinrang.

Ilustrasi

Baca Juga: Video Porno Tersebar, Polisi Bongkar Kasus Perkosaan Anak di Bawah Umur

Dengan nomor registrasi perkara LP/264/VI/2019/SPKT, tanggal 20 Juni 2019, tentang dugaan tindak pidana menyetubuhi anak di bawa umur.

Sementara, Kapolres Pinrang AKBP Bambang Suharyono mengatakan kemarin pelaku sudah diamankan dan satu lainnya masih dilakukan pengejaran.

"Masih didalami. Kemarin sudah diamankan 4 orang. Bisa konfirmasi ke Kasat Reskrim ya," kata Bambang saat dihubungi Okezone.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Praditya Negara membenarkan adanya kasus pemerkosaan tersebut.

Saat ini pihaknya telah mengamankan 4 orang pelaku. Sementara satu lainnya masih buron. "Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lainnya," kata Bambang kepada Okezone via selulernya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini