nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinjau Korban Banjir Konawe Utara, Kapolri: Cari Akar Masalahnya!

Antara, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 22 340 2069667 tinjau-korban-banjir-konawe-utara-kapolri-cari-akar-masalahnya-190EiVxeiW.jpg Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian/Kanan (Foto: Okezone)

KONAWE UTARA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menekankan pentingnya melakukan studi untuk menemukan akar masalah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Konawe Utara di Sulawesi Tenggara. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan perlunya merumuskan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Kita perlu mencari tahu kenapa nih banjir bandang ini bisa terjadi, ini karena melibatkan beberapa kabupaten maka otomatis ini sudah menjadi kewenangan dari otoritas tingkat provinsi dibantu oleh pemerintah pusat," kata Tito saat meninjau penanganan banjir di Konawe Utara bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, sebagaimana diwartakan Antaranews, Sabtu (22/6/2019).

Ia mengatakan, studi kondisi lingkungan untuk menemukan akar masalah banjir di Konawe Utara mesti melibatkan perguruan-perguruan tinggi.

"Juga dari tim ahli konsultan tentang lingkungan yang kredibel. Kita harus cari betul akar permasalahannya, karena banjir bandang yang sekarang cukup besar dan cukup panjang waktunya," tuturnya.

"Kondisi hujan seperti ini terjadinya jarang sekali berhari-hari. Kemudian sistem penyaluran airnya tidak ada. Kalau ini terjadi, maka perlu ada solusinya, mungkin membuat sistem kanalisasi atau membuat bendungan atau membuat dam yang besar sehingga kalau terjadi banjir ini semua tertampung," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Menurut Tito, banjir bisa saja terjadi karena penurunan daya dukung lingkungan, mengingat wilayah Sulawesi Tenggara yang luas telah menarik investasi di berbagai bidang termasuk pertambangan.

Banjir di Konawe Utara

"Kemudian juga memiliki potensi tambang yang luar biasa, sehingga banyak orang ingin membuat investasi di sini. Tidak ada masalah dengan pembukaan lahan maupun pertambangan, karena bisa menjadi pendapatan asli daerah juga bisa menguntungkan masyarakat, namun harus dilakukan studi kelayakan Amdal-nya dulu, supaya tidak berubah fungsi kawasan atau merusak lingkungan," ucap dia.

Kapolri dan Panglima TNI selain meninjau penanganan dampak bencana juga menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Konawe Utara kepada Bupati Konawe Utara Ruksamin. Mereka juga mengunjungi tempat pengungsian korban banjir di Desa Wanggudu Raya dan Desa Tangguluri serta Jembatan Asera yang sempat putus. Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara Abdurahman Saleh turut mendampingi keduanya dalam kunjungan tersebut.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini