nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Demam Berdarah di Gunungkidul Meningkat Pesat

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Minggu 23 Juni 2019 03:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 23 510 2069763 kasus-demam-berdarah-di-gunungkidul-meningkat-pesat-DNA3RZpr7D.jpg Foto Ilustrasi Okezone

GUNUNGKIDUL - Serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul masih terjadi hingga pertengahan tahun ini.

Dinas Kesehatan Kabupaten mencatat hingga saat ini masih banyak laporan dari sejumlah rumah sakit yang masih terus menangani pasien yang terjangkit penyakit DBD yang disebabkan karena nyamuk Aides agepty tersebut. Tahun lalu, pada bulan yang sama jumlah penderita mencapai 124 kasus, sedangkan tahun ini pada bulan yang sama mencapai 308 kasus.

”Tahun ini hingga sampai bulan Juni sudah meningkat hingga lebih dari dua kali lipat,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Satmoko Priyanta Madya Satmaka SKM MKes.

Sedangkan rincian kasus dalam data tiap bulan yakni, pada bulan Januari terdapat 55 kasus, Februari 66 kasus, Maret 68 kasus, April 70. Sedangkan pada Mei terjadi sebanyak 12 pada pertengahan bulan, dan melonjak hingga 48 kasus. Khusus sampai bulan Juni ini masih terdapat beberapa orang yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Tetapi jumlahnya menurun, puncaknya pada April lalu dengan kejadian sebanyak 70 kasus.

 Demam Berdarah

Meskipun jumlah kasus mengalami peningkatan, namun korban meninggal dunia tidak mengalami peningkatan. Korban meninggal diduga akibat terserang penyakit DBD sebanyak satu orang.

”Meningkatnya kasus DBD karena faktor iklim dan curah hujan juga dimungkinkan karena kelengahan,” ucapnya.

Terkait dengan masih adanya kemungkinan penyakit menyerang masyarakat pihaknya mengajak agar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digalakkan pemerintah dilakukan secara konsisten. Potensi berkembangnya nyamuk seperti tempat-tempat penampungan air harus dibersihkan sehingga diharapkan penyakit ini tidak meluas.

Mengenai persebaran kasus, untuk tahun ini demam berdarah terjadi di 18 kecamatan atau menyeluruh di wilayah Gunungkidul. Wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak pernah terjadi kasus kali ini justru terjadi.

”Kecamatan Girisubo dan Purwosari yang biasanya tidak ada kasus tahun ini ada dan wilayah terbanyak adalah Wonosari dengan 42 kasus, Karangmojo 40 kasus dan Ponjong 31 kasus,” terangnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini