”Meningkatnya kasus DBD karena faktor iklim dan curah hujan juga dimungkinkan karena kelengahan,” ucapnya.
Terkait dengan masih adanya kemungkinan penyakit menyerang masyarakat pihaknya mengajak agar gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digalakkan pemerintah dilakukan secara konsisten. Potensi berkembangnya nyamuk seperti tempat-tempat penampungan air harus dibersihkan sehingga diharapkan penyakit ini tidak meluas.
Mengenai persebaran kasus, untuk tahun ini demam berdarah terjadi di 18 kecamatan atau menyeluruh di wilayah Gunungkidul. Wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak pernah terjadi kasus kali ini justru terjadi.
”Kecamatan Girisubo dan Purwosari yang biasanya tidak ada kasus tahun ini ada dan wilayah terbanyak adalah Wonosari dengan 42 kasus, Karangmojo 40 kasus dan Ponjong 31 kasus,” terangnya.
(Awaludin)