nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

141,6 Hektare Kawasan Hutan Gunung Rinjani Terbakar

Antara, Jurnalis · Senin 24 Juni 2019 20:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 24 340 2070371 141-6-hektare-kawasan-hutan-gunung-rinjani-terbakar-hkDLekEhuO.jpg Kawasan hutan Gunung Rinjani terbakar. (Foto: BTNGR/Antaranews)

MATARAM – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sudiyono mengatakan seluas 141,6 hektare kawasan hutan Gunung Rinjani terbakar sejak Minggu 23 Juni 2019, sekira pukul 17.00 Wita. Kebakaran itu masih terjadi hingga hari ini.

"Vegetasi terbakar yakni rumput, alang-alang, bunga edelweiss, bangsal, dan pohon cemara gunung," kata Sudiyono dalam keterangannya, di Mataram, Senin (24/6/2019), seperti dikutip dari Antaranews.

Ia menyebutkan lokasi kebakaran kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani berada di Hutan Bukit Kondo di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan tofografi yang sangat terjal.

(Baca juga: Cerita Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani saat Gempa Lombok)

Sudiyono menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Sembalun, Komando Rayon Militer (Koramil) Sembalun, Camat Sembalun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Timur, dan BNPB.

Para petugas gabungan juga sudah berhasil melakukan evakuasi sebanyak 18 orang dari dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dalam keadaan selamat.

Gunung Rinjani. (Foto: Okezone)

Sebanyak 53 orang dari tim gabungan terlibat proses pemadaman api dan evakuasi warga. Mereka terdiri atas petugas BTNGR sebanyak 14 orang, Masyarakat Peduli Api 10 orang, Kelompok Sadar Wisata 15 orang, MMP 4 orang.

Kemudian dari Balai KPH Rinjani Timur sebanyak 4 orang, 3 anggota Polsek Sembalun, dan 3 anggota Koramil Sembalun.

(Baca juga: Gempa Lombok Dipicu Aktivitas Sesar Lokal di Sekitar Gunung Rinjani)

Sudiyono menambahkan, sarana dan prasana pemadaman yang digunakan berupa 1 mobil slip on, 1 mobil patroli pemadam kebakaran hutan, 2 jet shoter, dan cairan adiktif.

"Kami juga menggunakan alat-alat tradisional seperti gareng, gepyok, sekop dan parang," ujar Sudiyono.

Hingga pukul 17.00 Wita, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman api. Sejumlah titik api masih terpantau di dua lokasi titik panas ke bukit Kondo dan arah Gunung Pusuk.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini