nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Korban Selamat Tertimbun Gedung Runtuh di Kamboja: Saya Tidak Punya Harapan Hidup

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 25 18 2070605 cerita-korban-selamat-tertimbun-gedung-runtuh-di-kamboja-saya-tidak-punya-harapan-hidup-SalFwvJ0C4.jpg Seorang korban selamat gedung runtuh di Kamboja dievakuasi petugas. Foto/AFP

SIHANOUKVILLE - Di Kamboja, dua orang berhasil ditarik hidup-hidup dari puing-puing bangunan yang runtuh setelah ambruk pada Sabtu pekan lalu.

Kedua orang yang selamat diberikan air dan dibawa ke rumah sakit di kota pesisir Sihanoukville.

Korban tewas akibat bangunan runtuh itu telah mencapai 25 orang.

Bangunan tujuh lantai itu runtuh pada Sabtu pagi sebelum fajar saat pekerja sedang tidur di dalamnya.

"Saya seperti baru dilahirkan kembali, saya tidak punya harapan bahwa saya akan bertahan hidup," kata Ros Sitha, salah seorang yang selamat, mengatakan kepada kantor berita AFP.

"Aku berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang mendengarku. Tapi akhirnya mereka mendengarku ketika penyelamat mendekati tempat itu dan mereka menarikku keluar."

Foto/AFP

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengunjungi lokasi tersebut pada Senin. Dia menerima pengunduran diri gubernur provinsi tenggara.

BacaHina Raja di Facebook, Pria Kamboja Dijatuhi Hukuman 3 Tahun Penjara

BacaDua Pimpinan Khmer Merah Dinyatakan Bersalah Lakukan Genosida

Ada berbagai perkiraan jumlah orang yang masih hilang. Kerabat di rumah sakit setempat mengatakan sekitar selusin orang masih tertimbun.

Sejumlah mayat ditemukan pada Minggu ketika tim penyelamat menggunakan penggali dan bor untuk memindahkan puing-puing.

Insiden ini merupakan yang terburuk di Kamboja dalam beberapa tahun terakhir dan akan menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang tingkat dan keberlanjutan konstruksi di Sihanoukville.

Bangunan yang runtuh tersebut milik pengembang asal China.

Empat orang telah ditangkap karena keruntuhan itu, termasuk pemilik bangunan asal China, kepala perusahaan konstruksi dan kontraktor.

Seorang pemilik tanah yang warga Kamboja juga dibawa untuk ditanyai.

Kedutaan besar Tiongkok di Kamboja telah menyatakan belasungkawa, mengatakan bahwa pihaknya mendukung "penyelidikan menyeluruh" atas kecelakaan itu dan warga negara China yang ditangkap.

Kamboja memiliki hukum ketenagakerjaan yang lemah, menempatkan pekerja konstruksi dalam risiko.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini