nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekeringan Melanda 10 Kecamatan di Gunungkidul DIY

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Selasa 25 Juni 2019 09:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 25 510 2070528 kekeringan-melanda-10-kecamatan-di-gunungkidul-diy-2Tu4tHRHZa.jpg Ilustrasi kekeringan. (Foto: Okezone)

GUNUNGKIDUL – Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sudah dilanda kekeringan yaitu Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan. Sebagian kecamatan tersebut sudah mempunyai armada tangki dan anggaran untuk mengatasi kesulitan air, tetapi karena luasnya wilayah yang kekeringan, masih diperlukan bantuan pasokan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

"Mulai 1 Juni lalu BPBD sudah mengirimkan bantuan air setiap hari empat rit," kata Kepala BPBD Gunungkidul Edi Basuki, seperti dikutip dari KR Jogja, Selasa (25/6/2019).

(Baca juga: Kambing Milik Warga Gunungkidul Mati Misterius, Diduga Diterkam Binatang Buas)

Musim kemarau 2019 berlangsung lebih cepat dari biasanya. Tahun-tahun sebelummya, pada Mei dan Juni masih ada hujan susulan, sehingga baru beberapa kecamatan dan desa yang kesulitan air. Tetapi tahun ini, mulai 1 Juni, ada 10 kecamatan yang minta pasokan air.

Ilustrasi kekeringan. (Foto: Okezone)

Sementara jumlah anggaran yang tersedia hanya sebesar Rp530 juta. Dengan demikian diperkirakan dana tersebut tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air sampai musim hujan. Sebab dalam kondisi normal, hujan kemungkinan baru akan turun pada Oktober.

Artinya, pasokan air masih akan berlangsung empat sampai lima bulan lagi. "Oleh sebab itu BPBD sudah mengusulkan kepada tim anggaran tambahan anggaran 3.000 rit air lagi," tuturnya.

(Baca juga: Sambut Pemudik, Perbaikan Jalan di Gunungkidul Ditarget Selesai H-9 Lebaran)

Sehubungan dengan musim kemarau panjang ini sudah ada beberapa pihak yang memberikan bantuan air. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat dikoordinasikan dengan BPBD Gunungkidul. Hal ini dipandang perlu agar dapat dilakukan pengaturan distribusinya secara tepat sasaran.

Artinya, bantuan tersebut diharapkan dapat dikirim ke wilayah yang kesulitannya lebih luas, sekaligus untuk menghindari kemungkinan terjadi bantuan yang menumpuk pada suatu tempat, sementara di tempat lain masih kekurangan. Koordinasi ini dimaksudkan agar bantuan sesuai dengan wilayah yang membutuhkan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini