Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusia Bantah Ada Peran saat Gangguan GPS di Bandara Israel

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 28 Juni 2019 |10:01 WIB
Rusia Bantah Ada Peran saat Gangguan GPS di Bandara Israel
Ilustrasi Bandara (Shutterstock)
A
A
A

Mengapa Rusia di Suriah?

Rusia adalah salah satu sekutu terdekat Suriah. Hubungan kedua negara sudah berlangsung selama puluhan tahun.

Suriah penting secara strategis bagi Rusia. Negara itu memiliki sejumlah markas udara dan laut di Suriah.

Baca juga: Pesawat Militer Rusia Ditembak Jatuh di Suriah, Moskow Salahkan Israel


Pada tahun 2015, ketika Suriah berjuang menghadapi para pemberontak, Rusia melancarkan serangan udara, yang kemudian menguntungkan posisi rezim Suriah.

Sejak saat itu Rusia tetap melakukan serangan udara, membantu pasukan pendukung pemerintah mengatasi pemberontak dan menyudutkan mereka di provinsi terakhir yang mereka masih kuasai, Idlib, di bagian barat laut.

Meskipun demikian, pesawat koalisi pimpinan AS yang menumpas ISIS dan kadang-kadang pesawat dari Israel, juga tetap beroperasi di wilayah udara Suriah. Dengan demikian, semua pihak harus menerapkan langkah khusus untuk menghindari tabrakan udara, yang dapat berakibat serius.

Baca juga: Bertemu Putin, PM Israel Curhat Mengenai Pengaruh Iran di Suriah


Meskipun disangkal, Rusia dikenal sejak lama terlibat dalam pengacauan dan gangguan GPS, demikian diisyaratkan sebuah laporan yang dikeluarkan pada bulan April oleh US Center for Advanced Defense.

Laporan ini berisi catatan lebih dari 10.000 insiden terpisah terkait gangguan GPS dan menyatakan Rusia adalah "perintis" teknik untuk "melindungi dan menunjang kepentingan strategisnya".

Sejumlah gangguan ini membantu pengusiran pesawat tidak berawak dari bandara Rusia, tulis laporan tersebut, tetapi ini juga dipakai untuk melindungi para pejabat senior pemerintah saat mengunjungi lokasi peka.

(Fakhri Rezy)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement