nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Museum Gunung Merapi Jadi Sasaran Vandalisme, Sejumlah Koleksi Dicoret-coret

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Jum'at 28 Juni 2019 15:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 28 510 2072148 museum-gunung-merapi-jadi-sasaran-vandalisme-sejumlah-koleksi-dicoret-coret-428Rg9cvAb.jpg Koleksi di Museum Gunung Merapi dicoret-coret. (Foto : krjogja/Atiek Widyastuti)

SLEMAN – Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang berada di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, menjadi sasaran aksi vandalisme. Aksi coret-coret ini diduga dilakukan pengunjung secara sengaja.

Berdasarkan pantauan KRJOGJA.com coretan terpantau di sejumlah koleksi. Namun, paling banyak ada di lantai 2 sisi utara, tepatnya pada zona evolusi bumi. Setidaknya ada tiga koleksi yang menjadi sasaran vandalisme. Aksi coret-coret ini diduga dilakukan pengunjung menggunakan kunci motor atau bolpoin yang tidak ada tintanya.

Selain di zona evolusi bumi, coretan juga ditemui pada bagian sejarah erupsi Gunung Merapi. Bahkan jumlahnya mencapai 13 koleksi yang dicoret. Dari beberapa koleksi yang menjadi sasaran ada yang coretannya menggunakan tinta hitam, sehingga terlihat lebih jelas.

Hal ini ternyata sudah diketahui pihak pengelola dalam hal ini Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) MGM dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman sejak setahun terakhir. Namun, upaya penggantian belum bisa dilakukan karena sebelumnya seluruh aset dari MGM masih menjadi milik Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Baru April 2019 ini sudah diserahkan kepada Pemkab Sleman. Itu pun hanya koleksinya. Sedangkan untuk bangunan masih dibawah kewenangan Badan Geologi.

Ilustrasi vandalisme

"Setiap kali ada kunjungan dari Badan Geologi atau saat koordinasi, selalu kami sampaikan. Kenapa kita mintakan, karena kami tidak memiliki soft copy dari materi koleksi. Kami sudah sering kali meminta, hanya saja sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya," ujar Kepala Subbagian TU UPT MGM Ari Triono, mengutip krjogja, Jumat (28/6/2019).


Baca Juga : Aksi Vandalisme di Flyover Manahan Solo Terekam Kamera Pengawas, Pelakunya 4 Pemuda

Temuan vandalisme ini pertama kali diketahui pemandu saat mendampingi pengunjung. Selanjutnya disampaikan ke pengelola. Awalnya hanya ditemukan di satu koleksi. Namun sekarang sudah semakin bertambah.

Upaya pencegahan sebenarnya terus dilakukan pengelola. Terutama ketika rombongan yang hendak masuk. Dari pintu masuk sudah dijelaskan untuk tidak menyentuh semua koleksi. Namun, tetap saja ada yang sengaja melakukan tindakan tak terpuji tersebut.


Baca Juga : Kawasan Pertokoan di Tamansari Dicoret-coret OTK

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini