Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kementan: Penerapan Pertanian 4.0 Menghemat Biaya Hingga 60 %

Kementan: Penerapan Pertanian 4.0 Menghemat Biaya Hingga 60 %
Foto: dok.Humas Kementan
A
A
A

SIDOARJO - Revolusi industri 4.0 masuk dalam kerangka teknologi yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern.

Sejak empat setengah tahun lalu Kementerian Pertanian telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk berbagai alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti autonomous tractor, drone sebar benih, drone sebar pupuk granule, alsin panen olah tanah terintegrasi, dan penggunaan obot tanam.

"Capaian kita banyak yang melebihi target yang ditetapkan pemerintah. Saya cek gudang beras penuh, harga stabil dan ekspor meningkat tajam, bahkan tertinggi dalam sejarah. Kemudian inflasi rendah dan PDB kita meningkat," kata Mentan Amran Sulaiman saat mengikuti launching pertanian 4.0, dalam kunjungan kerjanya ke Desa Junwangi, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (29/6/2019).

Menurut dia, semua capaian ini tidak terlepas dari gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam merevolusi mental semua lini, termasuk menerapkan Pertanian 4.0 di Indonesia. Penggunaan digitalisasi adalah jalan menuju persaingan antar negara di dunia.

"Tidak mungkin kita bisa bersaing dengan negara lain tanpa menggunakan pertanian modern. Dari awal kita sudah melakukan digitalisasi seperti e-catalog. Jadi pembelian apapun langsung ke pabrik, harga murah dan datang tepat waktu. Semuanya karena e-catalog. Dengan cara ini harga juga turun, kemudian saya akumulasi per tahun penghematan anggaran sangat drastis," katanya.

Amran mengatakan, dengan penghematan ini pemerintah bisa mendorong lebih banyak lagi penggunaan alsintan ke seluruh Indonesia. Ke depan, petani di pelosok desa tidak perlu menanam padi dengan cara lama yang masih tradisional.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement