nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Ayam Liar "Teror" Penduduk Jersey Island

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 18:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 02 18 2073757 ratusan-ayam-liar-teror-penduduk-jersey-island-YCtImtHGVf.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JERSEY ISLAND - Jersey Island dilaporkan tengah menghadapi serangan sekumpulan ayam liar. Penduduk lokal mengatakan unggas-unggas itu merusak taman, memblokir lalu lintas, bahkan mengejar orang-orang yang joging.

Dua usaha penjagalan telah diusahakan, sehingga total 35 ekor ayam dipotong. Namun Menteri Lingkungan Hidup John Young mengatakan Jersey masih "berurusan dengan jumlah ayam yang sangat besar."

Pada 2019 saja, dia menerima sekitar 40 keluhan tentang unggas-unggas itu, yang membangunkan penduduk di tengah malam.

Sebagian penduduk lokal sudah kehabisan akal untuk menghadapi ayam-ayam tersebut, tetapi sebagian lainnya tampaknya menikmati kehadiran hewan-hewan itu.

"Kita berada dalam situasi di mana kita memiliki pecinta binatang di satu sisi dan di mana kita memiliki orang-orang yang mengalami gangguan di sisi lain," kata Young sebagaimana dilansir Newsweek. "Saya tidak bisa berpura-pura duduk di sini dan mengatakan saya sudah mendapat jawaban untuk itu."

Menurut Jersey Evening Post, ayam-ayam itu diyakini telah dibuang sebagai hewan peliharaan atau ternak, dan sekarang berkeliaran dengan bebas dalam kelompok berjumlah hingga 100 ekor. Tanpa adanya rubah di pulau itu, mereka tidak memiliki predator alami dan berkembang biak dengan cepat.

Terletak di dekat pantai Normandia, Prancis, Jersey adalah pulau terbesar dari Kepulauan Channel tetapi secara teknis bukan bagian dari Britania Raya. Hilangnya dokter hewan resmi negara di pulau itu telah memperlambat upaya untuk mengatasi masalah tersebut.

Ayam-ayam itu tidak dilindungi oleh undang-undang kesejahteraan hewan karena mereka tidak dimiliki oleh siapa pun. Pemilik tanah diizinkan membunuh apa saja yang "menyebabkan gangguan," dan para pejabat meminta penduduk untuk tidak memberi makan unggas-unggas itu, bahkan secara tidak sengaja, dengan meninggalkan makanan.

Pada pertemuan kota, Young mengatakan seorang wanita tak dikenal menawarkan untuk menampung ayam-ayam itu di properti miliknya. Akan tetapi, karena dia tidak mengelola penampungan hewan berlisensi, tawaran itu ditolak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini