Lalu Mara memandang, diksi atau kata yang dipakai Rizal terlalu keras. Diksi ini bisa memicu reaksi atau perlawan yang lebih keras.
“Itu kan bisa diselesaikan secara internal Golkar DKI. Pak Rizal juga tak perlu menyampaikan secara terbuka apa yang sudah dilakukannya kepada Pak Bambang. Itu tidak baik. Tidak elok,” ucapnya.
Soal Munas, Lalu Mara memang, hal biasa. Munas itu memang sudah agenda Partai Golkar. Mengenai banyaknya yang berminat jadi ketua umum, itu juga biasa saja. Termasuk soal DPD I dan DPD II yang menyatakan dukungan.
“Yang punya hak suara di Munas itu kan DPD II, DPD I, dan Ormas yang mendirikan dan Ormas yang didirikan. Masing-masing punya hak untuk menentukan pilihannya. Termasuk siapa yang mereka dukung. Biasa saja,” imbuhnya.
Mengenai Bamsoet yang mau maju sebagai caketim, Lalu Mara menganggap, bagus-bagus saja. “Kan tidak ada larangan. Semua kader punya hak untuk maju. Semakin bangak ya semakin bagus. Semakin banyak berita. Dan itu bagus. Membuktikan partai golkar itu demokratis,” tandasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.