Merasa Nyawanya Terancam, Istri Penguasa Dubai Melarikan diri Ke Inggris

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Juli 2019 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 18 2074022 merasa-nyawanya-terancam-istri-penguasa-dubai-melarikan-diri-ke-inggris-RuCd2t78jK.jpg Putri Haya dan Suaminya, Sheikh Mohammed Al-Maktoum. (Foto: Getty)

LONDON – Putri Haya Bint al-Hussein, Istri dari Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Al-Maktoum, dilaporkan bersembunyi di London dan merasa nyawanya terancam setelah melarikan diri dari suaminya.

Sheikh Mohammed, 69 tahun, seorang miliarder, pemilik kuda balap yang sering terlihat berbicara dengan Ratu Inggris di Ascot, telah mem-posting puisi yang mengungkapkan kemarahannya di Instagram, menuduh seorang wanita tak dikenal telah melakukan "pembelotan dan pengkhianatan".

Putri Haya yang berusia 45 tahun lahir di Yordania dan menempuh pendidikan di Inggris. Dia menikahi Sheikh Mohammed pada 2004 dan menjadi istri keenamnya atau “istri yunior” penguasa Dubai itu.

BACA JUGA: Teka-Teki Putri Penguasa Dubai yang Hilang Setelah Berupaya Kabur

Sheikh Mohammed dilaporkan memiliki 23 anak dari berbagai istri.

Diwartakan BBC, Rabu (3/7/2019), Putri Haya awalnya melarikan diri ke Jerman pada tahun ini untuk mencari suaka. Dia sekarang diduga tinggal di sebuah rumah kota seharga £85 juta di Kensington Palace Gardens, pusat kota London, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pertarungan hukum di Pengadilan Tinggi.

Dia dilaporkan merasa nyawanya terancam setelah diduga mengetahui fakta yang mengerikan dari kembalinya putri Sheikh Mohammed, Sheikh Latifa ke Dubai tahun lalu. Sheikh Latifa sempat melarikan diri dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan bantuan seorang pria Prancis sebelum dicegat oleh pasukan bersenjata di India dan dipulangkan ke Dubai.

Putri Haya saat itu, bersama dengan mantan presiden Irlandia Mary Robinson, membela reputasi Dubai atas insiden tersebut.

Pihak berwenang Dubai mengatakan Sheikha Latifa "rentan terhadap eksploitasi" dan "sekarang telah aman di Dubai". Namun para pembela hak asasi manusia mengatakan dia diculik secara paksa atas kehendaknya.

BACA JUGA: Mantan Mata-Mata Prancis Ungkap Kisah di Balik Pelarian Putri Dubai yang Hilang Misterius

Sejak saat itu, Putri Haya diduga telah mengetahui fakta-fakta baru tentang kasus itu dan akibatnya mendapat permusuhan dan tekanan dari anggota keluarga besar suaminya sampai dia tidak lagi merasa aman di sana.

Seorang sumber yang dekat dengannya mengatakan dia khawatir dia sekarang akan diculik dan "diserahkan" kembali ke Dubai. Kedutaan UEA di London telah menolak untuk mengomentari apa yang dikatakannya adalah masalah pribadi antara dua individu.

Namun, Kasus ini kemungkinan bisa berkembang menjadi masalah internasional, karena Putri Haya yang pernah bersekolah di Inggris kemungkinan ingin tetap berada di sana dan jika Sheikh Mohammed menuntut istrinya kembali ke UEA, hal itu bisa menjadi isu diplomatik bagi Inggris yang memiliki hubungan yang baik dengan Abu Dhabi.

Kasus ini juga aneh bagi Yordania karena Putri Haya adalah saudara tiri Raja Yordania, Abdullah. Hampir seperempat juta orang Yordania bekerja di UEA, mengirim kembali uang kiriman, dan Yordania tidak bisa merusak hubungannya dengan Dubai.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini