nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekeringan, Warga Gunungkidul Manfaatkan Air Bekas Kolam Ikan di Telaga

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 00:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 03 510 2074326 kekeringan-warga-gunungkidul-manfaatkan-air-bekas-kolam-ikan-di-telaga-rfS2vPrvZv.jpg Ilustrasi

GUNUNGKIDUL - BMKG telah menetapkan status siaga dan awas kekeringan di empat kabupaten di DIY. Hanya Kota Yogyajarta yang masih aman. Di Kabupaten Gunungkidul, warga terpaksa memanfaatkan air dari telaga bekas kolam ikan, karena mata air yang ada sudah kering.

Di Kabupaten Gunungkidul, saat ini sudah ada 15 dari 18 kecamatan yang mengalami kekeringan. Namun bukan berarti di setiap kecamatan semuanya memgalami kekeringan. Namun ada yabg hanya beberapa desa saja.

Kekeringan mulai dirasakan warga sejak akhir bulan April lalu, membuat warga Desa Ngestirejo Kecamatan Tanjungsari, kerepotan. Mereka tidak lagi memiliki air bersih. Tampungan air yang ada sudah mulai mengering. Mereka terpaksa memanfaatkan air telaga bekas kolam pemancingan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan

“Kita pakai untuk mandi, mencuci dan ternak atau menyiram tanaman,” jelas Sukarsiyem, salah seorang warga.

Air telaga ini sendiri warnanya sudah hijau dan kotor. Air ini bercampur dengan kotoran air dan lumut. Namun warga terpaksa maemanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan untuk membeli air bersih warga tidak mampu. Untuk kapasitas 5.000 liter harus dibeli dengan harga Rp120 ribu. Sementara bantuan air bersih dari pemerintah tidak kunjung datang.

“Mahal kalau beli, kita tidak mampu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan dari 18 kecamatan hanya tiga kecamatan yang bebas dari kekeringan. Tahun ini sudah ada 5 kecamatan yang mengajukan bantuan droping air bersih ke BPBD. Warga di tempat ini sudah kesulitan mendapatkan air bersih, menyusul mata air yang mengering.

“Sudah ada lima kecamatan yang mengajukan bantuan droping air bersih,” jelasnya.

BPBD meminta kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih agar menghubungi BPBD. Mereka menyiapkan anggaran sebanyak Rp530 juta untuk droping air bersih. Di samping itu kerap ada bantuan dari program CSR perusahaan.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini