JAKARTA - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengimbau agar Program Inovasi Desa dapat dimanfaatkan oleh setiap warga desa dengan baik.
Hal tersebut dikarenakan dana yang dikucurkan untuk program itu bukanlah nilai yang kecil, dan diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Sehingga, program pelatihannya dapat membuahkan hasil yang maksimal.
"Saya juga mengapresiasi sekali workshop ini, karena dana inovasi desa ini biayanya juga enggak kecil. Diaudit juga oleh BPK, perlu ada outputnya yang jelas juga," ujar Eko pada acara Workshop Pengawasan Program Inovasi Desa (PID) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, (4/7/2019).
"Karena program pelatihan ini kadang-kadang outputnya suka enggak jelas, masih harus terukur. Mudah-mudahan workshop ini bisa merumuskan output dari program-program pelatihan yang jelas di desa-desa tersebut," sambungnya.
Lebih lanjut, Eko berharap kalau Program Inovasi Desa dapat membuat setiap desa menggunakan dananya untuk program-program yang lebih inovatif. Maka dari itu, hasil yang didapatkan bisa membuat perubahan bagi desa itu sendiri.
"Tapi yang penting adalah agar program inovasi desa ini bisa membuat desa-desa ini inovatif, mampu inovasinya menggunakan dana desa untuk hal-hal yang produktif," ungkap Eko.
Sehingga kata Eko, dengan cepat desanya mempunyai pendapatan yang lebih besar dari dana desa yang diterimanya. "Sehingga pengurangan kemiskinan akan lebih cepat," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )