Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Boeing Janjikan Rp1,4 Triliun untuk Bantu Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat 737 MAX

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 04 Juli 2019 |11:00 WIB
Boeing Janjikan Rp1,4 Triliun untuk Bantu Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat 737 MAX
Foto: Reuters.
A
A
A

CHICAGO – Perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing Co. pada Rabu mengatakan akan memberikan lebih dari USD100 juta (sekira Rp1,4 triliun) kepada pemerintah lokal dan organisasi non-profit untuk membantu keluarga dan komunitas yang terkena dampak insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX di Indonesia dan Ethiopia.

Langkah itu tampaknya merupakan upaya menuju perbaikan citra Boeing sebagai pembuat pesawat terbesar di dunia, yang sangat terpengaruh oleh jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines pada Maret, hanya lima bulan setelah kecelakaan yang sama dari penerbangan Lion Air di Indonesia. Dua kecelakaan itu secara total menewaskan 346 korban jiwa.

BACA JUGA: Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing

Menyusul insiden tersebut, Boeing menjadi sasaran investigasi kriminal Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) terkait pengembangan 737 MAX, penyelidikan resmi, dan lebih dari 100 tuntutan hukum dari keluarga korban.

Berdasarkan keterangan dari Boeing yang dilansir Reuters, Kamis (4/7/2019), dana sebesar USD100 juta, yang lebih kecil dari harga satu unit Boeing 737 MAX 8, itu dimaksudkan untuk membantu pendidikan dan biaya hidup, serta untuk memacu perkembangan ekonomi di masyarakat yang terkena dampak. Tidak disebutkan otoritas atau organisasi mana yang akan menerima uang tersebut.

Banyak penumpang di dalam penerbangan Ethiopian Airlines adalah pekerja sukarela atau yang terlibat dalam program kesehatan, makanan, atau lingkungan.

"Jika uang itu digunakan untuk mengembangkan pekerjaan orang-orang di pesawat itu, itu akan menjadi uang yang dihabiskan dengan baik," kata Pengacara New York yang mewakili para korban kecelakaan Ethiopian Airlines.

Namun dia mengatakan dana itu tidak akan memengaruhi strategi ruang sidang kliennya: “Apa yang benar-benar ingin diketahui keluarga adalah mengapa ini terjadi. Mungkinkah ini dihindari? "

Hal senada disampaikan Anton Sahadi, seorang perwakilan kerabat korban kecelakaan Lion Air. Anton mengatakan bahwa keluarga menghargai dana USD100 juta yang dikucurkan Boeing, tetapi itu tidak berarti mereka akan menghentikan tuntutan hukum.

"Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami di pengadilan," katanya. "Boeing melakukan ini untuk membangun citra mereka kembali."

Boeing sedang dalam pembicaraan penyelesaian atas litigasi Lion Air dan secara terpisah menawarkan untuk bernegosiasi dengan keluarga korban Ethiopian Airlines. Akan tetapi beberapa keluarga mengatakan mereka tidak siap untuk menyelesaikan kasus ini di luar persidangan, mengekspos pembuat pesawat ke pertempuran pengadilan yang panjang.

BACA JUGA: Kemlu: 1 WNI Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines

Robert Clifford, seorang pengacara yang berbasis di Chicago yang menanganin beberapa kasus kecelakaan Ethiopia, menyarankan sebagian dari dana USD100 juta yang dijanjikan Boeing dapat digunakan untuk membantu upaya mengembalikan jasad para korban ke keluarga mereka.

"Keluarga-keluarga ini bingung tentang upaya untuk mendapatkan kembali orang-orang yang mereka cintai," kata Clifford. "Mereka ingin penyelesaian."

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement