nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pospol di Kulonprogo Ditembaki OTK, Polisi Dalami CCTV

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 14:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 04 510 2074602 pospol-di-kulonprogo-ditembaki-otk-polisi-dalami-cctv-IifVdr9jQ8.jpg Ilustrasi

KULONPROGO - Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menduga senjata yang dipakai oleh pelaku untuk melakukan penembakan di pos polisi (pospol) Siluwok yang ada di Siluwok, Desa Tawangsari Kecamatan Pengasih merupakan air gun. Ini mendasarkan hasil olah TKP dan temuan proyektil di dekat pos pol.

“Dari hasil peninjauan ada pecahan kaca dan gotri. Diduga senjata yang dipakai adalah airgun,” jelas Kapolres di usai mengecek pospol Siluwok.

Senjata Air gun ini berbeda dengan air softgun. Air gun menggunakan CO2 sehingga tekanannya lebih besar. Sedangkan air softgun lebih lunak dan tidak mematikan.

Ilustrasi Penembakan

“Ada retakan kecil tetapi agak luas, ini menunjukkan ada kekuatan besar,” jelas Kapolres.

Penyidik saat ini sedang mendalami dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif penembakan ini. Apakah itu hanya iseng atau ada mostif tersendiri. Untuk itulah, polisi akan melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari saksi dan melakukan pengecekan menggunakan kamera CCTV.

“Ada beberapa CCTV yang akan kita pelajari,” ujarnya.

Pos polisi Siluwok yang terletak di Jalan Nasional Wates-Purworejo, tepatnya di Siluwok, Desa Tawangsari, Pengasih Kulonprogo ini diserang oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor sporty. Pelaku awalnya datang dari arah Purworejo ke arah timur.

Sekitar 200 meter usai dari pospol, mereka balik ke arah barat. Saat melintas di depan pos pol inilah pelaku yang menggunakan jaket hitam tanpa helm ini menembakkan airgun dan mengenai kaca bagian depan.

Baca Juga: Pos Polisi di Kulonprogo Ditembak OTK

“Saat itu saya ada di sini, dan terdengar bunyi prakk keras,” jelas Marsono, saksi yang berada di belakang pos.

Penembakan ini terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat saksi yang berprofesi sebagai tukang ojek ini tengah menanti penumpang. Saat itulah saksi memberi tahu warga lain dan menemukan ada lubang di kaca. Kejadian ini baru disampaikan kepada petugas jaga pos pada siang harinya dan diikuti dengan olah TKP.

Hasilnya petugas menemukan sebutir proyektil berupa gotri. Proyektil ini tergeletak sekitar 5 meter di sisi barat pos pol.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini