nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

320 Ton Ikan Mati Mendadak di Sragen, Ini Penyebabnya

krjogja.com, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 23:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 04 512 2074785 320-ton-ikan-mati-mendadak-di-sragen-ini-penyebabnya-Y0wzW6cyJa.jpg Foto: KRJogja

SRAGEN - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen mencatat wabah keracunan atau 'up willing' menyerang 800 karamba di Waduk Kedung Ombo (WKO). Dari jumlah itu, total ikan yang mati diperkirakan mencapai 320 ton.

Kepala Disnakkan Sragen, Muh Djazairi kepada wartawan Kamis (4/7) mengatakan, hasil pendataan ke lapangan, wabah kematian mendadak yang menyerang ikan terjadi di setidaknya 800 karamba di WKO. Dari total 800 karamba itu, tercatat milik 40 petani dengan rincian 15 petani di Boyolayar, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang dan 25 petani di Desa Ngasinan, Kecamatan Sumberlawang.

Menurut Djazairi, total ikan yang mati tercatat sekitar 320 ton. Ikan yang mati mendadak itu terdiri berbagai jenis, mulai nila, tombro dan lainnya. Mayoritas ikan yang mati sudah memasuki usia siap panen. "Untuk nominal kerugian yang diderita petani cukup besar, karena ikan yang mati sudah siap panen," ujarnya.

Puluhan Ton Ikan Mati di Sragen (Said Masykuri.KRJogja)

Djazairi mengungkapkan, wabah 'up willing' yang menimpa karamba di WKO seperti siklus yang terjadi setiap tahun. Solusi cepatnya adalah memindahkan karamba yang belum kena ke tempat aman. "Kami masih menunggu hasil laboratorium yang akan kami lakukan terhadap kualitas air di WKO. Apakah memang karena faktor air, atau ada faktor lain," terangnya.

Ditambahkannya, wabah 'up willing' memang sangat sporadis dan memastikan. Dalam semalam bisa menghabiskan semua ikan yang terkena. "'Up willing' itu terjadi turbulensi di dasar, lalu mendorong air hangat di bawah naik ke atas. Itu memicu perombakan sisa pakan yang kemudian membawa amoniak naik sehingga berakibat mematikan ikan. Dan yang terserang biasanya ikan besar dan siap panen," tambahnya.

Salah satu petani karamba, Tri Wahyuni menuturkan di hari pertama wabah melanda, kerugian yang dialaminya sudah sekitar Rp 200 juta. Sebab ikan di 10 karamba miliknya langsung ludes jadi bangkai akibat tersapu 'up willing'. "Itu belum kematian ikan di hari berikutnya. Kami mengalami kerugian besar," tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini