nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pencopotan Ketua DPD Golkar Cirebon Diklaim Sudah Lama Diusulkan

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 23:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 06 525 2075549 pencopotan-ketua-dpd-golkar-cirebon-diklaim-sudah-lama-diusulkan-eLIWemNKVa.jpg Ilustrasi Partai Golkar. (Foto: Okezone)

CIREBON – Ketua DPD 2 Partai Golkar Cirebon, Toto Sunanto, dicopot dari jabatannya. Periode kepemimpinan Toto sendiri sebenarnya baru berakhir pada 2020. Toto dicopot dengan alasan penyegaran organisasi.

Pencopotan itu dibenarkan Ilham Akbar, legislator Partai Golkar Dapil Jawa Barat 12 yang meliputi Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Ia mengatakan, pencopotan itu merupakan upaya penyelamatan partai, bukan bagian dari politik dukung-mendukung kekuatan yang saat ini mulai ramai di Partai Golkar.

Ilham menuturkan, proses pencopotan Toto dari jabatan ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon sebetulnya sudah diusulkan sejak lama, bahkan sejak bergulirnya Pilwakot Cirebon.

Baca juga: Ketua DPD Golkar Cirebon Dipecat karena Dukung Bamsoet

Desakan pencopotan Toto Sunanto sudah pernah disampaikan ke DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Cuma ketika itu waktunya berdekatan dengan penyelenggaraan Pemilihan Legislatif 2019.

"Desakan pencopotan saudara Toto ini sudah lama disampaikan, cuma puncaknya waktu pileg kemarin. Intinya tindakan DPD Provinsi Jawa Barat mem-plt-kan saudara Toto itu langkah yang sangat tepat. Saudara Toto telah gagal menjalankan roda organisasi dengan baik," katanya.

Partai Golkar. (Foto: Okezone)

Ilham mengatakan, pada Pileg 2019, dirinya beserta caleg Partai Golkar dari tingkat pusat hingga provinsi sangat sulit mendapatkan data C1. Bahkan, ia juga menyaksikan tidak ada satu pun saksi Partai Golkar di Kota Cirebon saat pileg.

"Silahkan saja bisa ditanyakan ke seluruh caleg dan fungsionaris Partai Golkar di Kota Cirebon," ujar Ilham.

Baca juga: Golkar Disarankan Gelar Munas Sebelum Pelantikan Presiden

Meski setuju penonaktifan Toto Sunanto dari jabatannya, Ilham yang juga bendahara umum BMK Kosgoro 1957 ini meminta semua pihak menahan diri.

"Saya berharap supaya penunjukan plt ini jangan dipolitisasi, apalagi dikaitkan dengan apa yang sedang terjadi di lingkar elite Partai Golkar. Yang pasti, demi Golkar di Kota Cirebon ke depan, apa yang dilakukan oleh DPD 1 Provinsi Jawa Barat sudah tepat," tegasnya.

Isu yang berkembang di lapangan, Toto Sunanto dicopot karena dukungannya yang dilontarkan secara vokal kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menjadi ketua umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto. Belakangan, beberapa pengurus Golkar, seperti Ilham Akbar membantah adanya kabar tersebut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini