MOGADHISU - Kelompok militan Al-Shabaab dilaporkan telah mengeksekusi sedikitnya 10 orang di selatan Somalia selama sepekan terakhir. Sedikitnya lima orang yang dieksekusi dilaporkan dicurigai sebagai mata-mata untuk Kenya, Somalia dan intelijen Amerika Serikat (AS).
Radio France International Afrique melaporkan bahwa eksekusi dilaporkan dilakukan di ruang publik sebagai cara mengintimidasi warga setempat. Ditambahkan juga bahwa orang-orang yang tinggal di dekat markas kelompok militan itu yang biasanya dicurigai melakukan kegiatan mata-mata.
Eksekusi dilaporkan terjadi di selatan Somalia, di mana gerilyawan al-Shabaab menguasai wilayah yang luas. Demikian dilansir Sputnik, Senin (8/7/2019).
Al-Shabaab, yang dilaporkan muncul di Somalia pada 2006, dan bersekutu dengan organisasi teroris Al-Qaeda. Somalia telah dilanda kekerasan sejak meletusnya perang saudara antara kelompok-kelompok bersenjata berbasis klan di awal 1990-an. Al-Shabaab telah melakukan banyak serangan di seluruh negeri dalam upaya untuk memberlakukan hukum Syariah di negara itu.
Pada Juni, dua ledakan terjadi di dekat gedung parlemen dan persimpangan yang sibuk di jalan menuju bandara internasional di Mogadishu, menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 25 lainnya cedera. Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.