nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berdalih Bisa Masukan CPNS, Pensiunan TNI Tipu Warga Rp600 Juta

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 21:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 08 340 2076236 berdalih-bisa-masukan-cpns-pensiunan-tni-tipu-warga-rp600-juta-1jMwSwbIzA.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MERANGIN - Kasduri (57) warga Kota Palembang, Sumatera Selatan dan merupakan pensiunan TNI, diamankan aparat Sat Reskrim Polres Merangin, karena menipu warga yang ingin masuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tak tanggung-tanggung, dari aksi penipuan ini pelaku (Kasduri :red) berhasil meraup untung hingga Rp600 juta. Informasi yang didapat, korban dari aksi penipuan ini ialah Mundakir (50) warga Desa Sialang Kecamatan Pamenang, beserta warga lainnya yang tinggal di Desa Sialang.

Modus pelaku dalam melakukan penipuan ini, pertama kali dengan mendatangi para korban, dan menjanjikan anak dari korban bisa masuk menjadi CPNS di Lembaga Permasyarakatan (Lapas), dengan syarat para korban wajib menyetor sejumlah uang kepada pelaku.

 penipuan

Para korban yang tergiur dengan janji pelaku, akhirnya mentransfer sejumlah uang yang beragam, mulai dari Rp50 juta hingga ratusan juta. Namun, setelah ditunggu-tunggu, anak korban tak kunjung menjadi CPNS, sehingga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Merangin.

Aparat yang mendapat laporan, akhirnya melakukan penangkapan di kediaman pelaku di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Saat penangkapan, pelaku langsung mengakui perbuatannya, dan mengatakan uang dari hasil penipuannya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Uangnya saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar pelaku saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Merangin.

 Penangkapan

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Merangin, Iptu Khairunnas, yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut, dan mengatakan kalau pelaku masih dalam proses penyidikan.

“Kita ingin memastikan, berapa jumlah korban, dan jumlah pasti kerugian para korban, sekarang pelaku masih dalam tahap pemeriksaan,” ujar Khairunnas.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini